Libur MBG, Harga Telur di Kebumen Merosot

Minggu 05-07-2026,14:03 WIB
Reporter : Imam Wahyudi
Editor : Puput Nursetyo

KEBUMEN - Harga telur ayam ras di tingkat peternak di Kabupaten Kebumen mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. 

Kondisi tersebut membuat keuntungan peternak semakin tergerus, meski produksi telur saat ini sedang berada pada masa puncak.

Salah satu peternak yang merasakan dampaknya adalah Ahmad Samingan, warga Desa Tambakprogaten, Kecamatan Klirong. Selama sekitar empat setengah tahun menekuni usaha ayam petelur, ia kini memelihara sekitar 450 ekor ayam dan secara rutin melakukan peremajaan untuk menjaga produktivitas ternak.

"Saya sudah sekitar 4,5 tahun menggeluti peternakan ayam petelur. Sekarang populasinya ada 450 ekor dan masih dalam proses peremajaan. Produksi saat ini sedang puncaknya, bisa mencapai 85 persen," kata Samingan saat di temui, Minggu (4/7).

Saat ini tingkat produksi telur mencapai sekitar 85 persen. Namun tingginya hasil produksi belum diimbangi dengan harga jual yang menguntungkan. Harga telur di tingkat peternak yang sebelumnya berada di kisaran Rp 25 hingga Rp 26 ribu  per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp 23 ribu per kilogram.

Menurut Samingan, penurunan harga diduga dipengaruhi oleh berkurangnya permintaan pasar. Ia menyebut salah satu faktor yang kemungkinan berpengaruh adalah liburnya program MBG, sehingga serapan telur menurun dan harga ikut terkoreksi.

"Harga telur sekarang lagi anjlok, sekitar Rp 23 ribu per kilogram dari kandang. Sebelumnya bisa mencapai Rp 25  sampai Rp 26 ribu per kilogram. Kemungkinan salah satu penyebabnya karena permintaan berkurang, mungkin juga karena program MBG sedang libur,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat peternak berharap pemerintah segera menerapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur sebesar Rp 26 ribu per kilogram. Kebijakan itu dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian usaha bagi peternak ayam petelur.

"Harapan kami sebagai peternak di Kebumen, pemerintah segera menerapkan HAP telur sebesar Rp 26.5 ribu  per kilogram agar harga di tingkat peternak bisa lebih stabil," ungkapnya. (mam)

Tags :
Kategori :

Terkait