RADARBANYUMAS.CO.ID - Tim Kelompok Kerja (Pokja) Penguatan Kelembagaan Perguruan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB) di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada Kamis (21/5/2026) lalu. Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung perkembangan studi dan kelancaran proses akademik para mahasiswa asing penerima beasiswa.
Wakil Rektor 1 Bidang Akademik dan Kerjasama UMP, Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., yang hadir mewakili Rektor UMP, menyambut baik kedatangan tim monev tersebut. Dalam sambutannya, ia melaporkan progres positif dari keempat mahasiswa penerima beasiswa KNB yang saat ini sedang menempuh pendidikan di UMP.
"Ada empat mahasiswa kami yang menerima beasiswa KNB. Kalau kami lihat perjalanannya, mahasiswa-mahasiswi ini baik-baik semua, dan sepertinya sudah ada yang pernah ikut lomba juga dan mengharumkan nama UMP," ujar Saefurrohman saat ditemui dipurwokerto, senin (25/5)
Ia juga menyoroti perkembangan kemampuan berbahasa para mahasiswa yang dinilai semakin matang.
"Selama kurang lebih satu tahun ini, mereka sudah digembleng pembelajaran bahasa Indonesia oleh BIPA, dan bahasanya sudah semakin lancar," tambahnya.
UMP juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan fasilitas dan layanan terbaik sebagai bentuk tanggung jawab atas amanah yang diberikan oleh negara.
Sementara itu, perwakilan Tim Pokja Penguatan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemendikbudristek, Agustinus Hadi Nugroho, menjelaskan bahwa kegiatan monev ini merupakan agenda wajib yang diatur dalam petunjuk teknis program beasiswa. Dalam pelaksanaannya, tim monev Kemendikbudristek melakukan kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi penyelenggara program KNB, termasuk Universitas Muhammadiyah Purwokerto, guna memastikan pelaksanaan program berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan.
Agustinus memaparkan bahwa evaluasi ini krusial untuk memastikan mahasiswa tetap pada jalur yang tepat, baik secara akademik maupun perilaku.
"Monev ini, berdasarkan petunjuk teknis beasiswa KNB, harus dilaksanakan dua kali dalam setahun. Biasanya kami menyelenggarakan itu di pertengahan tahun, sekitar bulan Mei sampai bulan Juli, lalu kemudian nanti di akhir tahun di bulan September sampai Desember," jelas Agustinus.
Lebih lanjut, Agustinus menyampaikan harapannya agar para penerima beasiswa KNB di UMP tetap konsisten, tekun belajar, serta menjaga sikap dan perilaku yang baik selama menjalani studi di Indonesia. Ia juga berharap seluruh rangkaian monitoring dan evaluasi dapat berjalan lancar, optimal, dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pelaksanaan program beasiswa KNB di masa mendatang. (Rhn/Chy)