KEBUMEN - Kebumen menjadi tuan rumah simposium internasional bertema Digital Innovation Towards the Achievement of Collaborative Sustainable Development Goals (SDGs) yang digelar di Auditorium Kampus Geologi Lukulo Karangsambung, Kamis (7/5). Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dan panelis dari berbagai negara.
Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani menghadiri langsung kegiatan tersebut didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kebumen Sri Kuntarti, Kepala Bapperida Kabupaten Kebumen Bahrun Munawir SSTP MSi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Frans Haidar, serta Camat Karangsambung Siti Nuriatun Faoziyah SAg MSi.
Turut hadir Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, Internasionalisasi, dan Informasi Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Irwan Trinugroho SE MSc PhD, Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian UNS Dudy Darmawan Wijaya, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UNS Didik Gunawan Suharto, serta sejumlah panelis dari dalam dan luar negeri.
Para panelis tersebut di antaranya Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah dr Faiz Alauddien Reza Mardhika, Prof Hiroki Kasamatsu dari Universitas Ehime Jepang, Dr Nur Hafizah Binti Yusof dari Universitas Kebangsaan Malaysia, Dr Latifah Binti Abdul Latib dari Universitas Putra Malaysia, Insinyur Alfend Rudyawan dari Institut Teknologi Bandung, Ella Ubaidi, dan Rino Ardian Nugroho dari Universitas Sebelas Maret.
Bupati Kebumen Hj Lilis Nuryani menyampaikan rasa syukur dan bangga karena Kebumen dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan symposium internasional tersebut.
“Alhamdulillah hari ini kita kedatangan mahasiswa dari berbagai mancanegara berkat kerja sama antara Universitas Sebelas Maret dan Universitas Putra Bangsa Kebumen,” ujar Bupati.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkenalkan potensi daerah, khususnya kawasan geopark Kebumen, kepada dunia internasional.
“Kebumen memiliki kekayaan geologi yang bernilai tinggi. Kawasan Karangsambung, pantai karst di Ayah, dan bentang alam lainnya kini menjadi bagian dari Kebumen UNESCO Global Geopark,” jelasnya.
Bupati menegaskan keberadaan geopark merupakan amanah yang harus dijaga dan dikelola agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Bagi kami, ini adalah amanah yang harus dijaga, dikelola dengan arah yang jelas, dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Dalam konteks symposium ini, kami menempatkan geopark sebagai ruang belajar bersama,” tambahnya. (mam)