CILACAP, RADARBANYUMAS.CO.ID - Kepadatan di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) kian menjadi perhatian nelayan.
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap mendorong pemerintah segera merealisasikan pembangunan pelabuhan baru, untuk mengatasi overkapasitas armada yang terjadi saat ini.
Ketua HNSI Cilacap, Sarjono mengatakan, jumlah kapal yang terus meningkat tidak sebanding dengan kapasitas pelabuhan yang tersedia.
Kondisi ini menyebabkan aktivitas sandar kapal menjadi tidak optimal.
BACA JUGA:Investor Australia Lirik Cilacap, Tanjung Intan Diproyeksikan Jadi Pelabuhan Internasional
"Jumlah kapal di Cilacap sudah sangat banyak, sementara kapasitas pelabuhan terbatas. Ini yang sekarang menjadi persoalan utama," ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menyebutkan, saat ini terdapat lebih dari 1.100 unit kapal besar dan hampir 8.000 kapal kecil yang beroperasi di wilayah Cilacap.
Tingginya jumlah tersebut, membuat PPSC tidak lagi mampu menampung seluruh armada dengan baik.
"Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas nelayan, mulai dari antrean sandar hingga potensi gesekan antar nelayan," lanjutnya.
BACA JUGA:Investor Asal Cina Lirik PPSC, Cilacap Bidik Ekspor 1.000 Kontainer per Bulan
Untuk itu, HNSI mendorong percepatan pembangunan pelabuhan baru yang direncanakan memiliki luas sekitar 40 hektare.
Pelabuhan tersebut diharapkan mampu mengurai kepadatan sekaligus meningkatkan pelayanan bagi nelayan.
"Pelabuhan baru sangat dibutuhkan agar aktivitas nelayan bisa lebih tertata dan tidak terjadi penumpukan seperti sekarang," jelasnya.
Selain itu, Sarjono juga menilai pembangunan pelabuhan akan lebih berdampak dibandingkan penambahan kapal baru, mengingat armada yang ada saat ini sebenarnya sudah mencukupi.
Ia menegaskan, pemerintah perlu melihat kondisi riil di daerah sebelum menjalankan program, agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran.