peluncuran novel berbahasa Banyumasan karya Nasirin L. Sukarta dengan judul "Jalitheng"
Di tengah himbauan untuk tidak menyelenggarakan acara yang mengumpulkan massa karena virus Corona, peluncuran novel berbahasa Banyumasan karya Nasirin L. Sukarta dengan judul "Jalitheng" tetap dilaksanakan.
Dikupas oleh 2 orang pembahas yaitu Jefrianto (Praktisi Sastra Jawa) dan Agus Pribadi (Penulis Kumpulan Cerkak "Doresani") acara berlangsung cukup menarik. Meskipun tidak banyak yang hadir, tapi diskusi cukup berkualitas. Ada Kang Jarot C. Setyoko, Pak Saeran, Agustav Triono, Kang Mul, dan beberapa peserta lain yang ikut meramaikan diskusi.
"Karya Pak Nasirin ini salah bentuk karya yang benar-benar unggul, yang secara kualitas penelitian ini patut diteliti oleh peneliti sastra Jawa , dan tentu hal ini bisa menjadi jalan bagi para peniliti datang dari luar Banyumas baik itu dari luar Negeri atau luar Banyumas untuk meneliti Banyumas," kata Jefrianto, Praktisi Sastra Jawa saat membahas buku yang diluncurkan tersebut.
Dari hal itu juga, Jefri menambahkan,
Jalitheng menyajikan data dan fakta sejarah Banyumas dengan narasi yang apik. Narasi itu juga kaya dengan kosakata bahasa Banyumasan yang sudah mulai tidak dikenali oleh generasi Banyumas masa kini. Dan dengan dasar itu bisa menarik peneliti masuk ke Banyumas dikarenakan hingga saat ini belum ada peniliti bahasa Banyumas dalam wujud karya.
"Sebagai pintu untuk masuknya investor pengetahuan, karena yang meniliti bahasa Banyumasan dalam wujud karya itu belum ada, dan saya pikir inilah kesempatan karya sastra berbahasa Banyumasan," tambahnya.
Naskah ini menurut saya luar biasa, sebagaimana sastra itu lapisannya lengkap, dan tantangannya adalah karena ini bahasa Banyumas itu bahasa yang tidak biasa ditulis sebagai literasi. Kalau saya sebagai pembaca atau orang awam itu berani mengatakan Nasirin sebagai tambahan sastrawan setelah Ahmad Tohari yang ada di Banyumas ini, karena selain ingin mengenalkan sejarah Banyumas, justru karya fiksi ini lebih lengkap dan mengena," kata Mas Agus Pribadi sebagai pembahas pertama.
Terimakasih kepada Arpusda Banyumas yang sudah memberikan fasilitas tempat untuk acara. (rdr)