Jembatan Perintis Garuda Resmi Dibuka, Akses Warga Gununggiana Kini Lancar

Senin 30-03-2026,16:03 WIB
Reporter : Pujud Andriastanto
Editor : Laily Media Yuliana

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Akses transportasi warga Desa Gununggiana, Kecamatan Madukara, kini semakin terbuka, setelah Jembatan Perintis Garuda resmi digunakan. Jembatan tersebut diresmikan oleh Danrem Komando Resor Militer 071/Wijayakusuma, Lukman Hakim bersama Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, Senin (30/3/2026).

Peresmian jembatan yang berada di wilayah pedesaan itu menjadi kabar baik bagi warga setempat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses. Jembatan dengan struktur Armco tersebut, dibangun untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.

Komandan Kodim 0704 Banjarnegara, Nodeliamen Hulu menjelaskan, pembangunan jembatan dimulai pada 26 Februari 2026 dan kini telah selesai, sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini jembatan sudah dapat digunakan oleh masyarakat untuk mendukung berbagai aktivitas mereka,” ujarnya.

BACA JUGA:Pemkab Banjarnegara Siapkan 7.515 Paket Pekerjaan 2026, Rp87 Miliar untuk Jalan dan Jembatan

Dia menambahkan, pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto, untuk memperbaiki akses transportasi di daerah.

Di Banjarnegara, saat ini telah dibangun dua jembatan melalui program tersebut, yaitu jembatan gantung di Kecamatan Punggelan dan jembatan Armco di Desa Gununggiana.

Amalia pun menyampaikan apresiasi pada TNI dan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut. Kehadiran jembatan akan membantu mengatasi kendala akses yang selama ini dihadapi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat melalui jajaran TNI yang telah membantu mengurangi permasalahan akses masyarakat,” ujarnya.

BACA JUGA:Putus Bertahun-tahun, Akses Desa Serang–Winong Kini Tersambung Lewat Jembatan Merah Putih Presisi

Sementara itu, Lukman mengatakan, pembangunan jembatan berangkat dari kebutuhan masyarakat di berbagai daerah yang masih mengalami keterbatasan akses. Program tersebut akan terus berlanjut melalui survei berkala di berbagai wilayah kabupaten.

“Kami akan melakukan survei setiap bulan untuk melihat daerah mana yang masih membutuhkan jembatan. Harapannya akses masyarakat bisa semakin baik,” katanya.

Di sisi lain, warga Desa Gununggiana menyambut baik keberadaan jembatan tersebut. Salah seorang warga, Destri Sarah mengaku, kini aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah.

“Saya sangat senang. Akses sekarang lebih mudah, terutama untuk mengangkut hasil kebun saat panen salak,” ujarnya.

Mayoritas warga di desa tersebut memang menggantungkan hidup dari sektor pertanian salak, sehingga keberadaan jembatan baru diharapkan mampu mempercepat distribusi hasil panen sekaligus memperlancar aktivitas ekonomi masyarakat.

Tags :
Kategori :

Terkait