KEBUMEN - Di tengah suasana lebaran, bencana terjadi di sejumlah wilayah Kebumen akibat hujan ekstrem. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material mencapai jutaan rupiah.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama menyampaikan, pihaknya menerima laporan adanya bencana pada akhir pekan lalu. Sejauh ini, dari laporan yang masuk, dua rumah rusak akibat diterjang longsor.
Seperti yang terjadi di Desa Kalirejo Kecamatan Karanggayam. Hujan deras yang disertai angin kencang pada Kamis malam (26/3) menyebabkan sebuah bangunan dapur milik Teguh Purwanto, warga Dukuh Cawangan RT 2 RW 2 Desa Kalirejo Kecamatan Karanggayam, roboh.
Dapur berukuran sekitar 2,5 meter x 6 meter itu sebagian terbuat dari bata merah dan papan, dengan atap genteng."Bangunan diduga sudah dalam kondisi rapuh, sehingga tidak mampu menahan beban atap saat diguyur hujan deras yang disertai angin,” kata Kapolres, kemarin (29/3).
Kejadian longsor juga terjadi di Desa Pasir, Kecamatan Ayah. Akibat hujan deras, rumah milik, Wasiyo, warga Dukuh Betah, RT 4 RW 2, Desa Pasir, Kecamatan Ayah rusak. Selain Wasio, seorang warga lain, Warisman, juga tercatat sebagai korban terdampak dalam peristiwa tersebut.
"Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal, termasuk membantu warga membersihkan material longsoran yang masuk ke dalam rumah,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Minggu (29/3).Seperti yang terjadi di wilayah Karanggayam, longsor dipicu tingginya curah hujan sejak pukul 17.00 WIB.
Tebing di belakang rumah dilaporkan longsor dengan panjang sekitar 3 meter dan lebar 4 meter, hingga menyebabkan tembok rumah jebol dan material lumpur masuk ke dalam bangunan.
Tim yang turun ke lapangan terdiri dari Kapolsek Karanggayam Iptu Sumaryadi beserta anggota, perangkat desa, serta berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain melakukan pendataan, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem.
Kapolres menegaskan, masyarakat diminta lebih waspada terhadap kondisi bangunan rumah, terutama yang sudah tua atau mengalami kerusakan. “Kami mengimbau warga untuk segera melakukan perbaikan jika terdapat bagian rumah yang berpotensi membahayakan, terlebih di tengah cuaca yang tidak menentu,” ujarnya. (cah)