Ketika Profesional dan Akhlak menjadi Media Dakwah Islam

Rabu 11-03-2026,04:01 WIB
Reporter : Rochmadi Budi Setiyanto, S.Far

Oleh: Rochmadi Budi Setiyanto, S.Farm

(Laboran Fakultas Farmasi UMP)

Ramadhan setahun kemarin mungkin kita mendenggarkan berita berikut , pemain Manchester United Noussair Mazraoui berbuka puasa di tengah pertandingan babak 16 besar Piala FA melawan Fulham, demikian media CNN online meberitakan, bahkan berita tersebut juga viral di beberapa platform sosial media seperti youtube, Instagram dll.

Pada berita lain dari detikcom dimuat 21 maret 2025, menyatakan Liga Inggris berlakukan aturan baru di bulan Ramadhan. Ada rehat sejenak di laga yang dimainkan, demi pemain muslim bisa buka puasa. Bulan Ramadan di depan mata.

Pihak Premier League pun akan berlakukan aturan baru di bulan suci bagi umat Musim di seluruh dunia tersebut. Bahkan diberitakan sebelumnya oleh beberapa media, 6 klub besar eropa yaitu Mancester city (Inggris), Blackburn Rovers (Inggris), Bolton Wanderers (Inggris), Rubin Kazan ( rusia), Bayer Munich ( Jerman), New Castel United (Inggris) telah membangun masjid di area stadion.

Hal tersebut tidak lepas dari semakin banyaknya pemain sepak bola profesional beragama islam yang menginjakkan kakinya dan debut dikancah persepakbolaan eropa. Bahkan prilaku dan akhlak islami dari pemain pemain tersebut sangat mencerminkan kehidupan islami mereka, Seperti ketika Paul Pogba menyingkirkan botol bir Heineken dari hadapannya saat konferensi pers usai laga Prancis vs Jerman di Grup F Euro 2020.

BACA JUGA:Ramadan Bulan TAQWA: Tarbiyah Al-Qur’an Wujudkan Anak Sholeh

Paul pogba memahami meminum atau mengiklankan minuman keras hukumnya haram dalam agama Islam. Sadio Mane pemain timnas Senegalyang dikenal dermawan, Mane menggunakan penghasilannya untuk membangun rumah sakit, sekolah, dan masjid di Senegal, serta sering terlihat tidak ikut merayakan selebrasi juara dengan sampanye.

Kemudian Mohamed Salah pemain Liverpool yang dikenal luas berkat kontribusi besarnya bagi Liverpool di lapangan hijau. ia memberikan dampak besar dalam mengurangi Islamofobia di Inggris melalui sikap dan tindakan positifnya.

Perayaan gol dengan sujud serta kehidupan pribadinya yang mencerminkan nilai-nilai Islam menjadikannya simbol persatuan dan toleransi di komunitas sepak bola Inggris. Bahkan dari hal tersebut banyak ilmuwan muslim yang mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya bidang ekonomi syariah di Inggris.

Mesut Özil seorang pemain sepak bola internasional Jerman yang dikenal karena kepiawaiannya dalam mengatur permainan dan keterampilan teknisnya yang luar biasa. Özil juga dikenal sebagai seorang Muslim yang taat dan tidak pernah ragu-ragu untuk menunjukkan keyakinannya di berbagai kegiatannya.

BACA JUGA:Menapak Jejak Para Sahabat Rasululloh di Bulan Ramadhan

Mesut Özil berkarir di club club terkenal seperti Real Madrid, Arsenal. Sebagai selebritis sepak bola perilaku dan kegiatannya menaji sorotan.

Di luar lapangan, Özil terkenal karena komitmennya pada agama Islam. Dia sering berbagi momen-momen keagamaannya di media sosial, termasuk ibadah puasa selama bulan Ramadhan dan kunjungannya ke Mekah untuk menjalankan ibadah umroh. 

Diluar dari sepak bola, juga pernah viral berita mengenai Adam Kelwick. Ia adalah seorang imam masjid yang menjadi sorotan kala meredam amukan para pengunjuk rasa Islamophobia di Liverpool, Inggris.

Tags :
Kategori :

Terkait