BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Banyumas mencatat puluhan warga binaan pemasyarakatan putus sekolah di jenjang menengah pertama dan atas. Kondisi ini mendorong rutan memperkuat komitmen menjalankan program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C tahun pelajaran 2026/2027.
"Di Rutan Banyumas terdata 65 warga binaan putus sekolah. Sementara masih tahap assesmen untuk calon peserta didik paket B dan C," jelas Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Banyumas Sigit Purwanto, Rabu (4/3). Data tersebut menjadi dasar penyiapan teknis pelaksanaan pembelajaran di dalam rutan.
Rutan Banyumas mengikuti rapat koordinasi di Aula Tut Wuri Handayani Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Agenda tersebut membahas pendidikan kesetaraan sebagai instrumen strategis untuk menekan Angka Tidak Sekolah (ATS) dan Angka Putus Sekolah (APS) di Kabupaten Banyumas yang pada pertengahan 2025 sempat menyentuh angka 13.000.
Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Dwi Kustantinah menekankan tidak membiarkan satu pun warga, termasuk warga binaan, kehilangan hak pendidikannya. Pendidikan kesetaraan merupakan jembatan harapan sekaligus perjuangan bersama untuk menurunkan ATS dan APS di Banyumas.
BACA JUGA:Ramadan Produktif, Warga Binaan Rutan Banjarnegara Panen Sawi Hijau
Forum diskusi menghasilkan komitmen bersama antara Dinas Pendidikan, SKB, PKBM, dan jajaran Pemasyarakatan untuk menjaga kualitas pembelajaran. Mereka juga memastikan aspek keamanan dan kenyamanan tetap terjaga selama kegiatan berlangsung di lingkungan rutan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi implementasi penguatan Program Aksi (Proksi) Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Khususnya Proksi Nomor 11 tentang Pendidikan Kesetaraan bagi Narapidana dan Anak Binaan yang menekankan akses pendidikan tanpa diskriminasi.
Bagi Rutan Banyumas, keikutsertaan dalam rakor tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan teknis dan administratif pelaksanaan program. Hal ini mencakup koordinasi kurikulum, jadwal pembelajaran, hingga pendampingan tenaga pendidik.
Sigit menambahkan pihaknya siap melakukan pendataan warga binaan yang memenuhi syarat mengikuti program kesetaraan. Selain itu, rutan juga akan memfasilitasi ruang belajar serta menjamin keamanan dan ketertiban selama proses pembelajaran berlangsung.
BACA JUGA:Pesantren Ramadan Jadi Ruang Taubat dan Pembinaan Akhlak Warga Binaan di Rutan Banjarnegara
"Kami ingin memastikan bahwa warga binaan yang putus sekolah memiliki kesempatan kedua. Pendidikan ini menjadi bagian penting dari pembinaan kepribadian dan bekal reintegrasi sosial mereka," tandasnya.***