Ramadhan 2026: Saatnya Matikan Layar, Nyalakan Hati

Senin 02-03-2026,04:11 WIB
Reporter : Assoc. Prof. Dr. Juanita, ST.,

Oleh: Assoc. Prof. Dr. Juanita, ST., MT.

(Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Purwokerto)

Ramadhan 2026 bertepatan dengan 1447 H hadir di tengah kehidupan yang serba digital dan semakin terhubung dengan berbagai hal. Penggunaan smartphone yang selalu aktif, media sosial pun banyak menawarkan aliran informasi tanpa henti. Tantangan pada Ramadhan 2026 saat ini yaitu berpuasa bukanlah hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan dorongan untuk terus terkoneksi secara digital. Tanpa kita sadari, waktu terbuang dengan kebiasaan menggulir layar, merespon pesan instan, atau mengikuti tren di media sosial yang datang silih berganti. 

Allah Swt. berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 183 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ۝١٨٣

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183). 

Ayat ini menekankan bahwa tujuan utama puasa adalah takwa dengan kesadaran diri yang penuh dan pengendalian yang matang. Takwa juga bermakna mampu mengendalikan dorongan digital. Puasa melatih kita untuk berkata “cukup” berselancar tanpa arah. Ramadhan 2026 jadikan detoks digital yang bukan berarti memusuhi teknologi yang telah mempermudah kita di banyak aspek kehidupan. Namun Ramadhan memberi kesempatan untuk menata ulang hubungan kita dengan teknologi tersebut. Apakah kita menggunakannya dengan sadar, atau justru dikuasai olehnya?

Al-Qur’an juga mengingatkan dalam QS. Al-Isra:36 

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌۗ اِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا ۝٣٦

Artinya: “Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra: 36). 

Ayat ini sangat relevan di tengah derasnya arus informasi digital, bahwa tidak semua berita perlu dibagikan, tidak semua opini harus ditanggapi, dan tidak semua perdebatan perlu diikuti. Jari yang menekan tombol “kirim” atau “bagikan” pun perlu berpuasa untuk menghindari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya. 

Ramadhan 2026 jadikan sebagai momentum untuk saatnya matikan layar dan nyalakan hati. Saatnya kita mengganti waktu berselancar dengan membaca Al-Qur’an, berdzikir, atau berbincang hangat bersama keluarga untuk memulihkan kualitas kehadiran. Detoks digital bukan sekadar mengurangi penggunaan gawai, tetapi mengembalikan kedalaman jiwa. Dalam keheningan tanpa layar, sahur terasa lebih khusyuk, tarawih lebih bermakna, dan percakapan keluarga lebih hidup.

Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari no. 1903). Hadis ini menegaskan bahwa puasa bukan hanya menahan dahaga dan lapar, tetapi juga menjaga lisan dan perilaku termasuk dalam tulisan, komentar, dan unggahan di ruang digital. Di tengah budaya serba cepat, saatnya matikan layar sejenak dan nyalakan hati; di situlah makna puasa menemukan relevansinya hari ini.

Tags :
Kategori :

Terkait