KEBUMEN - Puluhan wali murid SD Negeri 1 Plarangan, Kecamatan Karanganyar, mendatangi sekolah setempat, Selasa (24/2). Mereka menyatakan penolakan terhadap rencana regrouping atau penggabungan dengan SD Negeri 2 Plarangan yang saat ini masih dalam tahap sosialisasi.
Kedatangan para wali murid dipicu oleh kekhawatiran atas wacana regrouping yang disebut telah muncul sejak beberapa tahun terakhir dan kerap dibahas setiap awal tahun ajaran baru. Kondisi tersebut diduga turut memengaruhi minat sebagian orang tua untuk mendaftarkan anaknya di sekolah tersebut.
Salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana tersebut. "Kami tidak setuju jika akan dilaksanakan regrouping," ujarnya.
Manto, wali murid sekaligus anggota komite sekolah, mengatakan para wali murid berkumpul setelah mengetahui adanya kegiatan sosialisasi regrouping. Menurut dia, mayoritas orang tua siswa menyatakan penolakan terhadap rencana tersebut.
BACA JUGA:Ruas Jalan Buayan-Jladri Kebumen Dikebut Jelang Arus Mudik, Proyek Rp13,9 M Sudah 90 Persen Rampung
BACA JUGA:Harga Cabai dan Bawang Merah di Kebumen Naik, Daging Sapi Tetap Stabil
"Awalnya kami tidak tahu kalau akan ada sosialisasi. Namun yang pasti hampir semua wali murid menolak rencana regrouping," jelasnya.
Ia menjelaskan, salah satu alasan penolakan adalah prestasi yang telah diraih sekolah, termasuk di tingkat nasional. Selain itu, faktor lokasi juga menjadi pertimbangan utama karena akses menuju sekolah tujuan dinilai kurang aman dan jauh.
“SDN 1 Plarangan memiliki banyak prestasi. Selain itu, jarak tempuh menuju lokasi regrouping cukup jauh dan harus melewati jalan kabupaten yang menghubungkan dua kecamatan,” ujarnya.
Manto menambahkan, para wali murid pada prinsipnya tidak menolak kebijakan pemerintah, namun mengusulkan pembangunan jembatan penghubung terlebih dahulu untuk mempermudah akses siswa.
BACA JUGA:Terkena Hempasan Angin Kereta, Pria di Kebumen Dilarikan ke RSUD
BACA JUGA:Siapkan Rangkaian Razia, Satpol PP Kebumen Ultimatum Hiburan Malam Tutup Selama Ramadan
"Kalau harus memutar jarak tempuh lebih dari 2 kilometer. Siswa juga bukan melewati jalan desa melainkan jalan kabupaten yang menghubungkan dua kecamatan. Kami sepakat regrouping jika dibangun terlebih dahulu jembatan," terangnya.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Plarangan, Aris Sumrambahyani, menyatakan bahwa kegiatan sosialisasi regrouping merupakan kewenangan Dinas Pendidikan. Pihak sekolah, kata dia, hanya menjadi tempat pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kami hanya ketempatan, sosialisasi dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan,” ujarnya singkat.