Puasa Tetap Bugar, Ini Tips Sehat dari Dinkes Banjarnegara

Jumat 20-02-2026,16:39 WIB
Reporter : Pujud Andriastanto
Editor : Laily Media Yuliana

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID -  Puasa Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara mengingatkan warga agar tak abai pada pola makan dan kondisi tubuh saat berpuasa. Penyesuaian jam makan dan aktivitas, jika tak diatur dengan benar, berisiko memicu gangguan kesehatan.

Kepala Dinkes Banjarnegara, dr Latifa Hesti Purwaningtyas menegaskan, persiapan sebelum puasa menjadi kunci menjaga stamina seharian penuh.

“Masyarakat perlu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih untuk menjaga hidrasi, serta memastikan waktu tidur cukup,” ujarnya, Jumat  (20/2/2026).

Dia menekankan, sahur sebaiknya tidak diisi makanan berlemak tinggi atau terlalu pedas. Menu ideal, menurutnya, mengandung karbohidrat, protein, serta serat agar energi bertahan lebih lama.

BACA JUGA:Ramadan Picu Lonjakan Harga Cabai di Kabupaten Purbalingga, Rawit Merah Rp105 Ribu per Kg

“Pilih makanan ringan tapi bergizi. Jangan lupa cukup air putih supaya tidak mudah dehidrasi,” katanya.

Saat berbuka, dr Latifa mengingatkan agar tidak kalap. Kebiasaan langsung menyantap makanan berat dalam porsi besar justru bisa mengganggu pencernaan.

“Awali dengan makanan ringan yang kaya air seperti buah atau sayur. Jangan langsung makan banyak,” ujarnya.

Selain pola makan, dia juga menyoroti pentingnya mengatur cairan tubuh. Minuman berkafein dan terlalu manis sebaiknya dibatasi karena bisa memicu rasa haus lebih cepat.

BACA JUGA:16 Tahun, Pasar Sore Ramadan Dorong Ekonomi Desa Kedungpuji Kebumen

Dinkes juga memberi perhatian pada warga dengan penyakit tertentu. Beberapa kondisi seperti hipertensi terkontrol, diabetes tipe 2 terkontrol, asma terkontrol, penyakit jantung stabil, hingga gangguan ginjal ringan masih memungkinkan untuk berpuasa, tetapi dengan pengawasan medis.

“Pasien harus tetap memantau tekanan darah, kadar gula, dan fungsi ginjal. Obat atau inhaler tetap dibawa sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Bagi penderita maag, puasa tetap bisa dijalankan selama kondisi stabil. Namun, ia menyarankan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter dan menghindari makanan pemicu seperti yang terlalu pedas atau asam.

“Kalau punya obat maag, minum sesuai anjuran dokter. Saat berbuka pun jangan berlebihan,” katanya.

Meski berpuasa, aktivitas fisik ringan seperti jalan santai tetap dianjurkan. Olahraga berat sebaiknya ditunda agar tubuh tidak kelelahan.

Tags :
Kategori :

Terkait