Pusat Studi Kebijakan Publik dan Kepemimpinan UMP Gelar Diskusi Creative Hub

Rabu 18-02-2026,15:47 WIB
Reporter : Humas UMP
Editor : Ali Ibrahim

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Pusat Studi Kebijakan Publik dan Kepemimpinan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) menggelar diskusi bertajuk “Creative Hub, UMKM dan Digitalisasi: Pilar Ekosistem Ekonomi Kreatif Modern” pada Senin, 16 Februari 2026 di Samara Cafe & Eatery Purwokerto. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan gagasan akademik, pemangku kebijakan, dan pelaku industri kreatif dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif di wilayah Jawa Tengah bagian barat.

Diskusi tersebut menghadirkan tiga narasumber utama, yakni Prof. Dr. Jebul Suroso selaku Rektor UMP, Kawendra Lukistian selaku Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekraf) sekaligus Komisi VI DPR RI, serta Jajang Y. Habib selaku Pimpinan Redaksi kuatbaca.com. Ketiga ini membahas peran creative hub, UMKM, dan digitalisasi sebagai pilar penting dalam membangun ekonomi kreatif yang berdaya saing di era modern.

Ketua Pusat Studi Kebijakan Publik dan Kepemimpinan UMP, Irfan Fakthurohman, M.Pd., menyampaikan bahwa diskusi ini dilaksanakan sebagai ruang terbuka untuk melahirkan ide-ide baru yang berpihak pada kemajuan daerah. Menurutnya, Purwokerto memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai creative hub industri ekonomi kreatif di Jawa Tengah bagian barat.

Dalam paparannya, Kawendra Lukistian menilai langkah UMP yang membuka akses UMKM masuk ke lingkungan kampus merupakan praktik baik yang masih jarang dilakukan perguruan tinggi di Indonesia.

Menurut dia, kampus semestinya tidak hanya menjadi pusat pendidikan formal, melainkan juga laboratorium kebermanfaatan sosial-ekonomi.

“Perguruan tinggi jangan berhenti pada fungsi akademik. Kampus bisa menjadi ruang praktik kewirausahaan. Mahasiswa didorong tidak hanya lulus dan mencari kerja, tetapi mampu menciptakan lapangan kerja,” ujar Kawendra.

Ia mendorong agar tugas akhir mahasiswa, termasuk skripsi, dapat diintegrasikan dengan pengembangan usaha rintisan (startup) atau UMKM kreatif. Dengan demikian, lulusan kampus memiliki pengalaman kewirausahaan sekaligus produk yang siap dikembangkan di pasar.

Rektor UMP Prof. Dr. Jebul Suroso menyambut baik dukungan Gekrafs dan DPR RI terhadap inisiatif penguatan ekonomi kreatif berbasis kampus. Menurut dia, UMP tengah merancang langkah strategis untuk menjadikan Banyumas sebagai pusat kajian ekonomi kebangsaan.

Ia juga menyinggung pentingnya menghidupkan kembali pemikiran tokoh nasional asal Banyumas, Margono Djojohadikusumo, sebagai inspirasi pengembangan gerakan intelektual dan kewirausahaan di lingkungan kampus.

“Gagasan untuk mengintegrasikan pendidikan dengan kewirausahaan sangat relevan. Kami ingin mahasiswa UMP tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap membuka lapangan kerja. Potensinya besar, mulai dari film pendek, produk kreatif, hasil riset, hingga karya digital,” ujar Rektorl.

Ia menyebutkan, UMP berencana membangun proyek percontohan (pilot project) pengembangan ekonomi kreatif berbasis kampus dengan pendampingan dari Gekrafs dan jejaring mitra industri kreatif lainnya.

Melalui diskusi ini, UMP berharap dapat memperkuat jejaring antara akademisi, pelaku industri kreatif, dan pemangku kepentingan, sehingga tercipta ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan di Purwokerto dan sekitarnya. (Chy)

Tags :
Kategori :

Terkait