BANYUMAS- Cabang Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Slamet Selatan, mengakui penambangan pasir liar dengan mesin sedot sulit ditangani. Padahal, penambang pasir liar ini beroperasi dari wilayah hulu Sungai Serayu perbatasan Wonosobo hingga hilir di Cilacap.
Bahkan, meski sering dilakukan operasi penindakan, tetapi di lapangan, kegiatan penambangan pasir dengan mesin sedot masih sering terjadi.
Pantauan Radar Banyumas, terlihat di badan Sungai Serayu yang melewati di Desa Pegalongan, nampak beberapa penambang bekerja dengan mesin sedot pada hari Kamis kemarin, (24/10).
Dikonfirmasi hal ini, Waluyono, Kasi Geominerba Cabang Dinas ESDM Wilayah Slamet Selatan mengatakan, berdasarkan laporan pihaknya bersama dengan tim Polres dan Satpol PP Banyumas telah menyidak tempat tersebut, Senin (21/10). Tetapi tidak mendapatkan hasil maksimal dikarenakan sesampainya di lokasi tidak ada aktivitas penambangan.
"Hari Senin kemarin, kita ke sana. Tapi sepi. Memang ada bekas nambang, mesinnya masih panas, tetapi orangnya tidak ada. Dan, seolah-olah kita datang di sana mereka semua tahu. Bahkan kita kesana itu dari perbatasan Wlahar Kulon dengan Pegalongan sampai Somagede. Semuanya sepi," katanya.
Waluyono menduga, sepinya lokasi penambangan saat sidak telah diketahui oleh para penambang pasir liar tersebut.
"Seakan ada yang memberitahu penambang itu kalau misalkan hari ini kita ingin melalukan operasi, soalnya saat sampai di lokasi itu malah sepi. Kita juga tidak tahu dari mana mereka bisa tahu. Tapi nanti ini ke depan, metodenya kita akan ubah. Jadi, kita kelapangan dulu, terus kalau ada barang bukti kita telpon Kapolres dan Satpol PP," pungkasnya. (Win)