Jelang Ramadan, Harga Gula Nipah di Banyumas Merangkak Naik

Senin 09-02-2026,16:14 WIB
Reporter : Fijri Rahmawati
Editor : Ali Ibrahim

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Menjelang bulan Ramadan, penderes nira pohon nipah di Gerumbul Nusapule, Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, mulai merasakan angin segar. Harga gula nipah atau kiwel yang menjadi tumpuan ekonomi warga setempat perlahan mengalami kenaikan.

Kenaikan harga ini menjadi harapan baru setelah cukup lama berada di posisi stagnan. Kondisi tersebut disambut antusias oleh para penderes yang menggantungkan hidup dari hasil sadapan nira.

Salah satu penderes, Darsiyah, mengatakan harga gula nipah saat ini mencapai Rp15 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga hanya bertahan di kisaran Rp12 ribu hingga Rp13 ribu per kilogram.

Menurutnya, kenaikan harga mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir. Permintaan diperkirakan akan terus meningkat seiring mendekatnya bulan puasa.

BACA JUGA:Sadewo Bidik Banyumas Jadi Sentra Gula Semut Dunia, Dorong Budidaya Kelapa Genjah

“Semoga harga gula kiwel masih terus naik sampai puasa nanti, banyak yang membuat takjil manis-manis,” ujar Darsiyah, Senin (9/2).

Meski kenaikan harga belum tergolong tinggi, para penderes tetap bersyukur. Tambahan penghasilan dinilai sangat membantu di tengah naiknya harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan.

Namun, kenaikan harga tidak dibarengi dengan meningkatnya hasil nira. Darsiyah menyebut sejak musim penghujan, produktivitas sadapan justru mengalami penurunan.

Ia menjelaskan curah hujan yang masih tinggi memengaruhi jumlah nira yang dihasilkan. Kondisi ini berbeda dengan musim kemarau, ketika hasil sadapan bisa lebih maksimal.

BACA JUGA:BI Dorong Semedo Manise Menembus Pasar Dunia, Gula Aren Semedo Manise Tembus Pasar Dunia

“Masih ada hujan, hasil nira tidak sebanyak ketika kemarau. Padahal, kiwel yang dideres banyak,” sambungnya.

Gerumbul Nusapule dikenal sebagai wilayah dengan banyak pohon nipah yang tumbuh alami. Nira dari bunga nipah tersebut diolah menjadi gula dan menjadi sumber penghidupan utama warga setempat. ***

Kategori :