Dana Desa Kebumen 2026 Turun Jadi Rp 148 Miliar

Jumat 09-01-2026,14:36 WIB
Reporter : Imam Wahyudi
Editor : Puput Nursetyo

Dari Penerimaan Sebelumnya Rp 470 miliar

KEBUMEN - Dana Desa (DD) Kabupaten Kebumen tahun 2026 turun signifikan menjadi Rp 148 miliar dari sebelumnya Rp 470 miliar. Berdasarkan angka tersebut, maka nilai tertinggi yang diterima Desa adalah Rp 373 juta, dan terendah sekitar Rp 223 juta.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kebumen, Budhi Suwanto menyampaikan pihaknya kini masih menunggu mekanisme aturan mengenai pengelolaan DD dari pemerintah pusat. Besaran dana desa reguler disesuaikan dengan tiga klasifikasi mulai dari desa mandiri, maju dan berkembang.

"Tertinggi sekitar Rp 373 juta, terendah itu sekitar Rp 223 juta. Total sekitar Rp 148 miliar," katanya, Jumat (9/1).

Kendati demikian pihaknya menekankan supaya anggaran yang ada nantinya dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin karena itu sudah kebijakan dari pemerintah pusat.

BACA JUGA:Peternak Bebek Alian Gunakan Pakan Alternatif, Produksi Telur Capai 80 Persen

BACA JUGA:Warga Grenggeng Lestarikan Kerajinan Anyaman Daun Pandan Turun Temurun

Di samping itu, Budhi juga berharap modal sosial dimanfaatkan semaksimal mungkin seperti gotong royong, swadaya masyarakat untuk mengembangkan desa sehingga tidak begitu tergantung dengan DD. Selain itu juga mengembangkan potensi desa.

Kades Patukgawemulyo Kecamatan Mirit, Anam Lutfi mengatakan, penurunan DD tentu sangat terasa karena angkanya berkurang signifikan sekitar 40 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Menurutnya, pengurangan itu karena dialihkan atau dipindahbelanjakan untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kini desanya yang berstatus sebagai desa mandiri menerima DD sebesar sekitar Rp 370 juta.

"Karena mungkin kedepan desa perlu ada pengembangan peningkatan perekonomian karena setelah adanya 10 tahun dan memang pembangunan tidak terbatas dengan pembangunan fisik atau infrastruktur tetapi juga pembangunan ekonomi di desa," tuturnya. 

Pihaknya mendukung karena ini memang program prioritas dari presiden yang diharapkan nantinya berdampak signifikan terhadap perekonomian di desa. Anam berharap dengan anggaran yang ada dapat digunakan optimal untuk kegiatan di desa.

BACA JUGA:Bupati Kebumen Dukung Apotek Luk Ulo Target PBF 2026 dan Ekspansi ke Jalur Daendels

"Mungkin tahun depan harapannya ada evaluasi, apakah dengan pengurangan dana desa ini apakah ada dampak signifikan terhadap multiplier effect pertumbuhan ekonominya," ungkapnya. 

Dengan kondisi seperti ini, terang Anam, pihaknya akan semaksimal mungkin untuk menggandeng pihak dari kabupaten, provinsi maupun pusat untuk mendorong program-program yang sangat dibutuhkan masyarakat terutama di bidang infrastruktur irigasi dan sebagainya. (mam)

 

Tags :
Kategori :

Terkait