AMBIL AIR: Personil BPBD Banyumas mengambil air bersih di Banjarpanepen, Sumpiuh. FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS
SUMPIUH - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, memilih efisiensi dalam penanganan krisis air bersih di wilayah Banyumas Timur. Sejak tiga minggu lalu, BPBD mengambil air bersih di Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh.
"Pasokan air di Banjarpanepen lebih mendekatkan ke lokasi desa yang mengalami krisis air bersih. Setiap dua hari sekali BPBD sudah rutin memasok ke desa," jelas Driver BPBD Kabupaten Banyumas Herman Budi Santoso, Senin (22/7).
Herman merinci, biaya bahan bakar mencapai Rp 300 ribu hanya dapat mendistribusikan tiga tangki air bersih kapasitas lima ribu liter. Setelah pasokan air bersih dari Banjarpanepen, cukup dengan Rp 150 ribu mampu memasok empat tangki air bersih ke desa yang membutuhkan.
BPBD Kabupaten Banyumas mencatat terdapat enam desa di wilayah Banyumas Timur mengalami krisis air bersih. Mayoritas berada di Kecamatan Sumpiuh meliputi Nusadadi, Selandaka, Bogangin, Karanggedang dan Kuntili.
Desa Nusadadi merupakan wilayah krisis air bersih paling parah. Ketika desa lain masih cukup satu tangki air dalam dua hari. Nusadadi dalam sekali pasok minimal dua tangki air bersih. Sebab krisis air bersih sudah melanda seluruh desa.(fij)