Usai Dimutilasi lalu Dibakar

Rabu 10-07-2019,05:43 WIB

PERIKSA: Tim Identifikasi memeriksa gorong-gorong tempat pembakaran kepala.FIJRI RAHMAWATI/RADARMAS Polisi Temukan Rambut Panjang dan Anting BANYUMAS- Kasus tak berperikemanusian terjadi di Dukuh Plandi Desa Watuagung Kecamatan Tambak. Warga menemukan potongan tubuh manusia dalam kondisi terbakar pada Senin sore lalu. Korban yang masih belum terungkap identitasnya itu, tampaknya dimutilasi terlebih dahulu sebelum dibakar. "Potongan kepala, tangan dan kaki sudah dibawa ke rumah sakit untuk otopsi. Kita ingin tahu apakah ada data base yang me-record. PR kita adalah identitas korban," kata Kapolres Banyumas Bambang Yudhantara Salamun SIK, Selasa (9/7) di lokasi kejadian perkara. Dia menuturkan, polisi menemukan sisa rambut sepanjang 18 cm di kepala korban yang telah hangus. Selain itu, di lokasi kejadian ditemukan anting, benda yang mirip lipstik dan tempat bedak. Meskipun temuan tersebut mengarah pada dugaan korban berjenis kelamin perempuan, tapi polisi belum bisa memastikannya. Dikatakan Kapolres, untuk jenis kelamin korban belum dapat diputuskan. Apakah laki-laki atau perempuan. "Masih menunggu hasil otopsi dari rumah sakit," kata dia. Selain tiga potongan tubuh tersebut, juga terdapat tulang belulang lain yang diduga bagian tubuh korban. Di lokasi kejadian, ditemukan pisau sepanjang sekitar 13 sentimeter. Pisau masih dipelajari kemungkinan keterkaitan dengan kejadian. Bambang mengatakan, penyelidikan secara manual terus digencarkan oleh aparat. Yakni, pencarian warga yang kehilangan anggota keluarganya. "Sedangkan untuk pengusutan kasus, lima orang saksi telah dimintai keterangan. Dengan pertimbangan mereka melihat hal-hal yang perlu dicurigai," tandasnya. Dalam mengungkap kasus dugaan mutilasi ini, Polres Banyumas menggandeng Polres Banjarnegara dan Polda Jawa Tengah. Lokasi kejadian berada di wilayah perbatasan antara Banyumas dan Banjarnegara. Lokasi hanya berjarak seratus meter dari perbatasan. Polisi mencium gelagat dari pelaku yang ingin menghilangkan jejak dengan membakar korban. Selain itu, kemungkinan besar warga bukan penduduk setempat. Pelaku menggunakan lokasi sebagai tempat membuang korban. Terpisah, Pariman (43) warga setempat, salah satu saksi mengaku tidak mengira bahwa benda yang ditemukan olehnya adalah potongan tubuh manusia. Semua bermula ketika Danang Saputra (12) mencium bau menyengat dan asap dari parit tidak berair. "Putra datang memberitahu saya meminta untuk melihat parit. Anak itu mengira ada daging besar dibakar," tutur Pariman. Ternyata, setelah sampai di lokasi, bukan daging sapi atau ikan yang dibakar. Melainkan potongan tangan manusia. Melihat kejanggalan tersebut, dia kemudian mengorek ke dalam gorong-gorong. Di dalam gorong-gorong, Pariman menemukan tengkorak manusia dalam kondisi hangus. Menurutnya, potongan tubuh tersebut sudah tidak dapat dikenali lagi. "Hanya jari tangan yang masih tampak utuh. Bisa dikenali," imbuh Pariman yang datang ke lokasi kejadian pada Senin (8/7) sore sekitar pukul 16.30. Selain itu, ada juga warga yang mengaku melihat mobil di sekitar lokasi temuan potongan tubuh tersebut. Salah satunya Nurhayati (15) warga Desa Siwarak, Kecamatan Tambak. Sekira pukul 07.00, dia lewat TKP bersama dengan temannya Saefudin (19) warga Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan. Saat melintas di lokasi, dia melihat ada sebuah mobil seperti Avanza atau Xenia terparkir. Dia melihat seorang laki-laki tengah mengais-ngais bara api dalam saluran air dengan ciri-ciri tubuh kecil tinggi, rambut cepak, kulit sawo matang dan menggunakan kaos lengan pendek warna abu-abu. Warga lainnya Surat juga mengatakan hal yang sama. Ia melihat sebuah mobil jenis avanza terparkir di lokasi temuan tersebut. Namun dirinya tak paham betul lantaran menggunakan sepeda motor dengan kencang lantaran jalan menanjak. Hingga kemarin, potongan tubuh yang telah hangus tersebut berada di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto untuk dilakukan otopsi. (fij/ali)

Tags :
Kategori :

Terkait