MUI Kab. Banyumas Gelar Musyawarah Kerja Perdana di UMP

Senin 03-11-2025,13:59 WIB
Reporter : Admin
Editor : Ali Ibrahim

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Banyumas menggelar Musyawarah Kerja (Musker) bertempat di Aula AK Ansori Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Kampus 1 pada hari Sabtu (1/11/25). 

Drs. Ikhsan Mujahid, M.Si., selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Al-Islam Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Purwokerto, hadir memberikan sambutan mewakili Rektor UMP. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan MUI Kabupaten Banyumas yang telah memilih UMP sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan penting ini. Ia menegaskan bahwa kegiatan MUI memiliki peran strategis dalam memperkuat sinergi antara lembaga keagamaan dan lembaga pendidikan demi kemaslahatan umat.

“Kami merasa bangga dan bersyukur bisa menjadi bagian dari kegiatan besar MUI Banyumas. UMP selalu terbuka untuk bersinergi dengan berbagai organisasi sosial maupun keagamaan, termasuk MUI. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar Ikhsan Mujahid.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan suatu lembaga tidak hanya ditentukan oleh kemampuan manajerial, tetapi juga oleh keikhlasan dan keyakinan terhadap janji Allah SWT.

“Barangsiapa bersedekah di jalan Allah, maka Allah akan membalasnya, baik langsung maupun ditunda. Ketika pandemi melanda dan banyak perguruan tinggi mengalami kesulitan, UMP justru mengalami peningkatan jumlah mahasiswa. Itu bukti bahwa Allah tidak akan menyalahi janji-Nya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kabupaten Banyumas, Drs. K.H. Taefur Arofat, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa Musyawarah Kerja ini merupakan rangkaian kegiatan organisasi setelah Musyawarah Daerah dan pelantikan pengurus. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyusun dan menetapkan program kerja MUI Banyumas selama lima tahun ke depan.

“Musyawarah kerja ini menjadi langkah strategis bagi MUI Banyumas untuk menentukan arah dan prioritas program dakwah, pendidikan, serta sosial keumatan. Program kerja ini akan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan selama lima tahun mendatang, dan nantinya akan dievaluasi melalui musyawarah kerja berikutnya,” jelas Kiai Taefur.

Beliau menambahkan bahwa MUI memiliki tanggung jawab besar dalam membimbing umat agar tetap berada di jalan yang moderat dan berakhlak. Menurutnya, di tengah tantangan moral, sosial, dan keagamaan yang semakin kompleks, MUI harus mampu hadir sebagai penyejuk dan penuntun umat.

“Saat ini banyak persoalan yang mengusik keberagaman dan moral masyarakat. MUI harus menjadi penyeimbang dan penguat nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya. (Aqa/Chy)

Tags :
Kategori :

Terkait