Banjarnegara Luncurkan Program GENTING, Targetkan Percepatan Penurunan Stunting

Rabu 17-09-2025,18:38 WIB
Reporter : Pujud Andriastanto
Editor : Laily Media Yuliana

BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Banjarnegara mendapat dorongan baru dengan diluncurkannya program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).

Program hasil kerja sama Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dispermades PPKB) dengan Baznas Banjarnegara ini resmi dimulai di Aula Kelurahan Kutabanjarnegara.

Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Banjarnegara, Dalmini, menyebutkan GENTING dirancang agar masyarakat, organisasi, dan pemerintah terlibat langsung dalam pendampingan keluarga berisiko stunting melalui skema orang tua asuh.

“Gerakan ini mendorong partisipasi aktif masyarakat serta pendampingan bagi keluarga miskin berisiko tinggi, sehingga gizi anak meningkat, edukasi kesehatan berjalan, dan gotong royong semakin kuat,” katanya, Rabu (17/9/2025).

BACA JUGA:AKI, AKB, dan Stunting di Banjarnegara Menurun, Tapi Tantangan Masih Besar

Menurutnya, langkah pencegahan tidak cukup hanya menyasar balita atau ibu hamil, tetapi juga harus dimulai sejak usia remaja.

“Upaya untuk mencegah stunting harus diberikan sejak remaja. Jadi ketika mereka berumah tangga sudah memiliki pengetahuan bagaimana menjaga kehamilan dan mendidik anak agar sehat,” jelas Dalmini.

Ia berharap masyarakat ikut menggelorakan budaya pencegahan stunting di lingkungan masing-masing.

“Hari ini anak-anak kita beri makanan berimbang dengan harapan kesehatannya terjaga serta kualitas hidupnya meningkat melalui pemenuhan zat gizi,” tambahnya.

BACA JUGA:Cilacap Utara Ajak Stakeholder Jadi Orang Tua Asuh Balita Stunting

Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara, dr. Latifa Hesti Puraningtyas, menjelaskan dukungan dari Baznas berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) akan berlangsung selama 90 hari. Anak-anak peserta akan dipantau kondisi gizinya sebelum dan sesudah program.

“Makanan yang diberikan sebenarnya sederhana. Nanti ibu-ibu bisa mencontoh untuk diterapkan sehari-hari setelah program berakhir,” ujarnya.

Latifa menegaskan pentingnya asupan sehat pada masa emas tumbuh kembang anak.

“Pemberian makanan bergizi sebaiknya diutamakan pada usia 1 sampai 2 tahun. Jangan lupa, tambahkan juga lemak seperti satu sendok mentega setiap hari. Lemak sangat penting sebagai sumber energi sekaligus mendukung perkembangan anak,” tegasnya.

Tags :
Kategori :

Terkait