Pembinaan Juru Atur Lalin Kondisional

Rabu 10-09-2025,12:51 WIB
Reporter : Yudha Iman Primadi
Editor : Ali Ibrahim

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Banyaknya juru atur lalu lintas alias "Pak Ogah" di Kabupaten Banyumas belum dibarengi dengan pembinaan yang rutin.

Dinas Perhubungan Banyumas turun melakukan pembinaan kondisisonal ketika ada "Pak Ogah" yang diadukan masyarakat atau pengguna kendaraan bermotor.

Kepala Bidang Pengendalian, Operasional dan Perparkiran Dinas Perhubungan Kabupaten Banyumas, Iwan Yulianto mengatakan keberadaan "Pak Ogah" bisa dilihat dari dua sisi. Satu sisi positif ikut membantu mengatur lalu lintas agar lebih lancar sementara sisi lainnya justru bisa mengganggu lalu lintas karena memberhentikan kendaraan pada momen yang kurang tepat karena berbagai faktor.

"Yang diadukan seperti mendahulukan kendaraan yang memberi uang. Di sebagian titik "Pak Ogah" juga memiliki ketunaan misalnya tuna rungu yang justru mengancam keselematan," katanya ditemui Radarmas, Rabu (10/9).

BACA JUGA:Viral! Pak Ogah di Kemranjen di Aniaya OTK Bercelana Doreng

Iwan menjelaskan pihaknya tidak memiliki data jumlah "Pak Ogah" di Banyumas. Berbeda dengan juru parkir, untuk juru atur lalin belum ada dasar aturan yang menaungi. Meski demikian pembinaan di lapangan kepada "Pak Ogah" yang diadukan masyarakat tetap berjalan kondisional.

"Ketika ada aduan masuk kami tindaklanjuti. Pembinaan," tegas dia.

Dilanjutkannya "Pak Ogah" mungkin menjadi sebagai nilai kearifan lokal di Banyumas. Harapannya tanpa terikat perjanjian kerja dan honor, juru atur lalin bisa membantu terkait keterbatasan jumlah petugas dinas di lapangan.

"Dengan tidak terikat perjanjian kerja dan honor, "Pak Ogah" bisa datang dan pergi kapan saja dimana saja," pungkas Iwan. (yda)

Tags :
Kategori :

Terkait