BANJARNEGARA, RADARBANYUMAS.CO.ID - Komisi IV DPRD Kabupaten Banjarnegara bersama Dinas Sosial dan PPA melakukan peninjauan ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 27 Banjarnegara.
Sekolah ini menjadi salah satu dari 100 Sekolah Rakyat tahap pertama yang dibangun pemerintahan Presiden Prabowo, dengan mayoritas siswa berasal dari keluarga prasejahtera Desil 1 dan 2.
Ketua Komisi IV DPRD Banjarnegara, Dedi Suromli, mengapresiasi fasilitas sekolah yang menurutnya sudah memadai untuk menunjang proses belajar. Ia menekankan agar para siswa memanfaatkan kesempatan langka ini sebaik mungkin.
“Untuk anak-anak, kalian yang masuk Sekolah Rakyat adalah anak-anak terpilih. Jadi harus bersyukur dan terus semangat dalam belajar, dengan fasilitas yang sudah disediakan pemerintah, serta jaminan makan gratis dan fasilitas gratis yang tidak didapat anak-anak lain,” ujarnya, Rabu (27/8/2025).
BACA JUGA:Banjarnegara Masuk 100 Titik Pertama Sekolah Rakyat, 75 Anak Mulai Belajar
Dedi juga memberikan pesan khusus kepada para pengelola sekolah agar tetap konsisten mendampingi siswa. Menurutnya, perhatian dan usaha dalam mendidik anak-anak prasejahtera memiliki nilai amal ibadah.
Dalam kunjungannya, rombongan anggota Komisi IV tampak antusias. Mereka berinteraksi langsung, memberi motivasi, hingga berfoto bersama puluhan murid yang tengah belajar.
Kepala SRMP 27 Banjarnegara, Ahmad Fadhil, menyebut kedatangan rombongan DPRD menjadi dorongan moral bagi pihak sekolah.
“Tentu ini memotivasi kami untuk menjalankan sekolah ini menjadi lebih baik. Kami berterima kasih karena banyak pihak yang peduli terhadap sekolah baru ini. Kami membuka selebar-lebarnya kerja sama semua pihak untuk memajukan sekolah ini,” katanya.
Dengan adanya Sekolah Rakyat, pemerintah menargetkan pemerataan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin. Program ini juga diproyeksikan menjadi model baru pendidikan inklusif yang menjamin kebutuhan dasar siswa, mulai dari fasilitas belajar hingga konsumsi harian.