Sejak awal beroperasi tahun 1998 telah memproduksi mesin dengan menggaet sejumlah pabrikan lokal untuk komponen mobil Mitsubishi.
Tetapi, pada 2 Juli 2025 hubungan antara perusahaan Shenyang Guoqing Power Technology Co., Ltd., dengan Mitsubishi Motors Corporation telah terhenti dengan pihak Mitsubishi keluar dari pemegang saham.
Alasan keluar Perusahaan Mitsubishi Motors Corporation ini disebutkan bahwa “Perubahan cepat industri otomotif China,” sebagai alasan utama perginya Mitsubishi sebagai pemegang saham.
Sejarah Perjalanan Mitsubishi di Negara China
Mitsubishi Motors Corporation telah lama bertengger di China sejak tahun 1973 melalui ekspor truk medium-duty.
Sampai awal memasuki tahun 2000-an, ada dua joint venture mesin yang aktif memasok powertrain sampai 30% mobil dalam produksi negeri tersebut.
Kemudian, disusul dengan maraknya otomotif China atas permintaan mesin bertenaga listrik sehingga menurunkan posisi otomotif Mitsubishi sebagai kendaraan berbahan bakar petrol.
GAC Mitsubishi dari tahun 2012 memiliki porsi saham 50% GAC, 30% Mitsubishi Motors, dan 20% Mitsubishi Corporation sehingga posisinya menunjukkan peningkatan dan potensi yang baik.
Lalu, puncaknya Mitsubishi Motors Corporation tahun 2018 telah melakukan penjualan sampai 144 ribu unit dengan adanya outlander SUV yang menyumbang 105 ribu unit.
Namun, puncak ini alami penurunan drastis dengan munculnya otomotif EV lokal yang mengakibatkan unit hanya terjual 33,6 ribu Kendaraan Mitsubishi.