BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dinpertan KP) Kabupaten Banyumas ujicoba pengolahan lahan sawah menggunakan traktor rotavator di Desa Kamulyan Kecamatan Tambak, Kamis (31/7).
"Dinpertan menempatkan rotavator disesuaikan dengan kondisi lapangan, areal dan kebutuhan," jelas Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinpertan KP Kabupaten Banyumas Imam Pamungkas di lokasi.
Rotavator merupakan solusi pengolahan lahan di wilayah ceblungan atau areal persawahan rawan genangan air. Oleh karena itu, dari hasil pemetaan maka traktor dialokasikan ke Banyumas timur.
Kabupaten Banyumas digelontor bantuan dua unit traktor rotavator dari pemerintah pusat. Dinpertan KP kerja sama dengan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) di Kecamatan Tambak dan Kemranjen untuk pengelolaannya. Sedangkan pemanfaatan termasuk oleh Sumpiuh juga.
BACA JUGA:Bupati Cilacap Minta Kontraktor Pekerjaan Proyek APBD Tak Main-Main serta Berintegritas
"Rotavator efektif digunakan di hamparan sawah, satu jam dapat mengolah satu hektare. Kalau petak-petak seperti yang di lokasi sekarang ini, kurang maksimal karena waktu lama di manuver," papar Imam.
Modernisasi di sektor pertanian juga sebagai stimulan untuk petani milenial. Sehingga tertarik ke sawah melalui sentuhan teknologi dalam rangka efektivitas dan efisiensi.
Gabungan kelompok tani (gapoktan) dan UPJA dari Kemranjen, Sumpiuh dan Tambak antusias menjajal mengoperasikan rotavator. Aziz Al-Mukhson dari UPJA Desa Karangpetir menuturkan bakal menghitung biaya operasional terlebih dahulu.
Selain itu, tidak perlu khawatir keberlanjutan traktor kecil untuk pengolahan lahan sawah. Disebut Aziz bahwa mesin tersebut masih diberdayakan.
BACA JUGA:Pemkab Banjarnegara Salurkan Traktor dan Ribuan Ternak
"Dengan adanya rotavator, keberadaan traktor kecil tetap dibutuhkan untuk tahap perataan," kata Aziz dalam kegiatan yang dihadiri Forkompimcam Tambak, Pemerintah Desa Kamulyan dan pihak terkait lainnya. (fij)