PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap isu beras oplosan yang belakangan ramai diperbincangkan. Namun hingga saat ini, belum ditemukan adanya peredaran beras oplosan di wilayah Kabupaten Banyumas.
Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Banyumas, Gatot Eko Purwadi mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah menyikapi isu tersebut. Namun, belum ada laporan dari petugas pasar.
"Kami sudah berkoordinasi, dan dalam waktu dekat akan melakukan rapat bersama Bulog, Bagian Perekonomian, dan Dinpertan KP. Satgas Pangan juga akan kami libatkan untuk langkah antisipasi," ujarnya.
Sebagai langkah pencegahan, Gatot mengimbau masyarakat agar membeli beras di tempat resmi yang dipantau oleh Dinperindag, terutama di 26 pasar tradisional yang tersebar di Banyumas.
BACA JUGA:Taj Yasin Tegaskan Beras Oplosan Tak Boleh Beredar, Pemprov Jateng Siapkan Penyisiran
"Tim kami masih melakukan pemantauan, hasilnya masih menunggu" terangnya.
Sementara itu, pantauan di Pasar Manis Purwokerto menunjukkan harga beras mengalami kenaikan. Beras kualitas premium dijual Rp15 ribu per kilogram, medium Rp14.500, dan beras biasa Rp13.500 per kilogram, naik Rp500 dari sebelumnya.
Sikin, pemilik toko sembako di Pasar Manis mengungkapkan, kenaikan harga sudah terjadi sejak satu bulan terakhir. Dalam sehari, ia bisa menjual hingga lima kuintal beras.
"Ketika harga melonjak, beras Bulog masuk sebagai penstabil," katanya.
BACA JUGA:Siap-Siap, 113.913 KPM Kembali Terima Bantuan Beras Pemerintah
Beras yang disalurkan Bulog adalah beras SPHP dengan harga Rp61.500 kemasan 5 kilogram. Meski harga naik, permintaan dari konsumen masih stabil. Namun, keluhan tetap muncul dari pembeli.
"Keluhan pasti ada, apalagi kebutuhan masyarakat bukan cuma beras," ucapnya.
Salah satu pembeli, Ning, mengaku tetap membeli meski harga naik. Ia memilih beras medium untuk kebutuhan sehari-hari.
"Dibilang berat ya berat, tapi namanya kebutuhan ya tetap beli. Maunya sih harga turun, kalau tidak ya stabil," harapnya. (alw)