Bagian belakang tetap membawa DNA Mustang, meski dalam balutan bodi SUV yang lebih tinggi dan lebar.
Velg besar dan warna-warna berani seperti Grabber Blue atau Cyber Orange semakin memperkuat karakter eksklusifnya.
Bahkan banyak yang menyebut, tampilannya mirip kendaraan luar angkasa—futuristik, tegas, dan sedikit intimidatif.
Di dalam kabin, nuansa modern langsung terasa. Ada layar sentuh besar berukuran 15,5 inci dengan sistem SYNC terbaru, lengkap dengan konektivitas nirkabel untuk Apple CarPlay dan Android Auto.
BACA JUGA: Alasan Mengapa Ford Mustang GTD 2025 Menjadi Ikon Baru Mobil Sport Canggih
Sistem suara dari Bang & Olufsen di beberapa trim juga membawa pengalaman audio kelas atas.
Tidak ketinggalan, fitur keselamatan seperti adaptive cruise control, lane keeping assist, hingga sistem semi otonom BlueCruise generasi terbaru ikut disematkan.
Semua ini membuat Mach‑E GT cocok digunakan baik di jalan tol maupun di tengah lalu lintas kota yang padat.
Baterainya sendiri berkapasitas besar, sekitar 91 kWh, memungkinkan jarak tempuh hingga 435 km dalam satu kali isi penuh, tergantung gaya berkendara dan medan.
Sistem pengisian dayanya sudah mendukung fast charging hingga 150 kW, memungkinkan baterai terisi dari 10 hingga 80 persen dalam waktu kurang dari 45 menit.
Meski hadir dengan banyak kelebihan, Ford Mustang Mach‑E GT juga tidak lepas dari kekurangan.
Salah satu catatan yang banyak disebut oleh reviewer internasional adalah kenyataan bahwa performanya cenderung menurun setelah beberapa kali akselerasi brutal.
Sistemnya memang membatasi output tenaga agar suhu mesin tetap aman, yang berarti akselerasi tercepat tidak bisa dipakai terus-terusan.
BACA JUGA:Spesifikasi Ford Shelby Mustang GT500 Milik Andre Taulany, Mobil Antik Seharga 9,7 Miliar
Selain itu, suspensinya yang kaku bisa terasa kurang nyaman di permukaan jalan yang tidak rata, terutama untuk penumpang belakang.