Latihan dengan intensitas ringan ini diharapkan bisa menjaga kebugaran tubuhnya sampai saat kembali ke lapangan. Ginting menyebut bahwa tim medis juga memantau progresnya dengan ketat.
“Kalau sudah hilang rasa sakit dan mulai terbiasa lagi, nanti baru mulai pakai raket pelan-pelan,” ujarnya. Ia tak ingin memaksakan diri terlalu cepat hanya karena ingin segera comeback.
BWF telah memberikan persetujuan atas permintaan protection ranking bagi Anthony Sinisuka Ginting selama tiga bulan, terhitung sejak 25 Maret hingga 24 Juni 2025. Kebijakan ini memungkinkan Ginting tetap mempertahankan peringkat dunianya meskipun sedang absen akibat cedera.
Dengan sisa waktu yang ada, Anthony Sinisuka Ginting fokus mempersiapkan fisiknya untuk target tampil di akhir Juli. Ia juga berharap kondisi bahunya benar-benar pulih agar bisa bermain maksimal di turnamen berikutnya.
Indonesia Open Tetap Bergengsi
Walau tanpa kehadiran Ginting, Indonesia Open 2025 tetap menjadi salah satu ajang paling prestisius dalam kalender BWF. Turnamen ini menawarkan total hadiah sebesar 1,45 juta dolar AS atau sekitar Rp23,9 miliar.
BACA JUGA:Top 5 Petinju Terbaik Dunia Dengan Rekor Tak Pernah Terkalahkan Sepanjang Karirnya
BACA JUGA:7 Jenis Olahraga Siang yang Cocok Dilakukan Selama Bulan Puasa, Jadi Makin Sehat
Panitia pelaksana pun menghadirkan sejumlah inovasi, salah satunya penggunaan karpet lapangan berwarna biru. Hal ini memberikan nuansa baru dan segar bagi para pemain maupun penonton.
Ketua Panitia, Armand Darmadji, menyebut bahwa inovasi ini diharapkan membawa semangat baru bagi penyelenggaraan turnamen. Mereka juga berusaha menjaga standar kualitas turnamen internasional.
Kehadiran Anthony Sinisuka Ginting sebagai penonton di Istora diharapkan dapat memberikan motivasi ekstra bagi tim Indonesia. Meski tidak turun bertanding, dukungannya tetap berarti besar bagi rekan-rekannya.
Kini harapan publik tertuju pada pemulihan total Ginting dan kemunculan para pemain muda yang siap menyambung tongkat estafet. Semangat dan kebersamaan menjadi modal kuat untuk menghadapi tantangan besar ke depan.
Dan ketika nanti Anthony Sinisuka Ginting kembali ke lapangan, publik yakin, ia akan tampil lebih kuat dan lebih lapar akan kemenangan. Perjuangannya adalah bukti bahwa mental juara bukan hanya soal menang, tapi soal bagaimana bangkit setelah jatuh.