JATILAWANG-Mengganasnya hama tikus di wilayah pesawahan masuk Desa Gentawangi Kecamatan Jatilawang membuat petani resah. Pasalnya, usai masa panen tersebut keberadaan hama tikus mengancam proses persiapan masa tanam mendatang.
Ketua Kelompok Tani Ngesti Tunggal Desa Gentawangi Prawoto mengatakan, usai masa panen kemarin, hama tikus makin mengganas dan membuat resah petani. Hama tikus itu dikhawatirkan bisa menyebabkan persemaian padi petani dirusak.
"Persemaian juga sudah ada yang dirusak. Kelompok tani langsung sigap untuk melakukan gropyokan tikus karena keberadaanya makin mengganas. Petani tidak ingin jelang masa tanam sudah diserang hama tikus,"jelas Prawoto saat memimpin gerakan gropyokan tikus di wilayah kelompok tani Ngesti Tunggal, Minggu (5/3).
Dikatakan Prawoto, luas pesawahan kelompoknya mencapai 38 hektar dengan jumlah anggota kelompok tani mencapai 70 orang. Mereka bersama-sama melakukan pembasmian hama tikus. Puluhan tikus berhasil ditangkap dan dimusnahkan tim gropyokan yang terdiri dari enam kelompok tersebut.
"Walaupun kegiatan gropyokan tikus dilakukan secara rutin usai masa panen, namun tetap saja banyak tikus yang berada di areal pesawahan petani. Diharapkan dengan kegiatan ini, hama tikus makin berkurang dan petani tidak diresahkan dengan hama tikus tersebut,"katanya.
Selain kegiatan gropyokan tikus, lanjut Prawoto, ia membagikan caping gunung kepada setiap petani untuk memotivasi dalam kegiatan. Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran gotong royong, mempererat silaturahmi dan meningkatkan penghasilan petani. " Karena dengan berkurangnya hama tikus, tanaman padi tidak dirusak dan dimakan tikus yang diharapkan dapat meningkatkan hasil panen petani,"harapnya. (gus/bdg)