Hotel-hotel berbintang lima dengan standar global mulai bermunculan di kota-kota besar serta destinasi wisata utama seperti Bali dan Lombok.
Nama-nama besar seperti Hilton, Hyatt, dan Marriott mulai beroperasi di Indonesia, membawa serta standar pelayanan kelas dunia.
Bali menjadi destinasi wisata utama yang menarik banyak investor hotel mewah. Resor eksklusif mulai dibangun di kawasan seperti Nusa Dua, Ubud, dan Seminyak untuk menarik wisatawan mancanegara.
Kehadiran jaringan hotel internasional meningkatkan persaingan dan mendorong hotel-hotel lokal untuk meningkatkan kualitas layanan mereka.
BACA JUGA:Ciri-Ciri Hotel Ramah Ramadan: Tempat Menginap Nyaman untuk Ibadah Maksimal
BACA JUGA:Staycation Anti Mainstream di Hotel Apung!
Selain hotel berbintang, sektor perhotelan juga mulai berkembang dengan hadirnya hotel butik dan resor yang menawarkan pengalaman menginap lebih personal.
Konsep ini menarik wisatawan yang mencari suasana unik dan berbeda dari hotel konvensional.
Era Digital: Inovasi dan Disrupsi Teknologi
Memasuki abad ke-21, industri perhotelan mengalami perubahan besar akibat perkembangan teknologi digital.
Platform pemesanan hotel secara online seperti Traveloka, Agoda, dan Booking.com menjadi populer, mengubah cara wisatawan dalam mencari dan memesan akomodasi.
BACA JUGA:Rekomendasi Hotel di Dekat Gunung Rinjani dengan Pemandangan Terbaik
BACA JUGA:Mau Liburan Berasa di Eropa? Coba Menginap di 6 Hotel Mewah Ini di Bandung
Digitalisasi ini juga membuat hotel lebih mudah menjangkau pasar global tanpa harus mengandalkan agen perjalanan tradisional.
Selain itu, konsep sharing economy mulai mengubah lanskap industri perhotelan dengan hadirnya platform seperti Airbnb.
Banyak wisatawan yang mulai beralih ke penginapan alternatif seperti apartemen sewa atau vila pribadi, yang menawarkan fleksibilitas dan harga yang lebih terjangkau dibandingkan hotel konvensional.
Dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, hotel-hotel mulai beradaptasi dengan konsep smart hotel yang mengandalkan teknologi canggih.