Oleh: M. Asdi Nurkholis, S.Pd.I., B.Ed., M.Pd.
(Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab UMP)
Salah satu keistimewaan Alquran terletak pada bahasa yang digunakannya adalah bahasa Arab yang sangat luas dan mendalam, semakin kita membaca, menelaah dan menggali bahasanya kita akan merasakan keindahan firman-firman Allah, secara khusus pada beberapa lafadz di ayat 183-187 di surat Al-Baqarah.
Kita lihat pada seruan pertama di QS. Al-Baqarah 183 itu, kita semua diseru dan dipanggil dengan panggilan orang-orang yang beriman (Yaa Ayyuhalladzina aamanuu); begitu tersanjung dan riang gembiranya kita dipanggil oleh Allah sebagai orang yang beriman, sebagai orang yang telah membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mewujudkannya dalam amal shalih kita. Padahal kita mengetahui kualitas iman kita seperti apa, indah bukan seruan Allah itu?
Saking luasnya rahmat Allah kepada kita, disuruhnya kita menjadi orang yang bertakwa sekaligus diberikan solusinya yaitu dengan menjalankan puasa; sungguh indah ayat itu (la `allakum tattaquun) supaya kalian menjadi orang yang bertakwa, siapa di antara kita yang tidak ingin menjadi orang yang bertakwa?
Anda orang sakit saat Ramadhan?, jangan khawatir Allah kasih kita keringanan (Fa iddatun min ayyamil Ukharu) boleh tidak puasa, namun tetap menggantikan di hari yang lain. Kesan pada ayat ke 184 ini Allah Maha Mengetahui kondisi hamba-hamba-Nya sehingga terasa Islam itu sangat toleran, mudah dan indah dalam mengamalkan syariat-Nya.
Alquran Allah turunkan di bulan Ramadhan secara khusus, untuk menunjukkan keistimewaan bulan Ramadhan itu sendiri, di samping Alquran sebagai petunjuk dalam kehidupan umat manusia, coba kita lihat ayatnya (Hudan linnaasi wa bayyinaatin minal huda wal furqan); bahasa yang sangat indah dalam ayat yang ke 185 ini sungguh mengayomi seluruh lapisan masyarakat; karena Alquran akan menjadi petunjuk bagi non muslim secara umum ketika mereka mau mendengarkan lantuan ayat-ayatnya, dan tentu secara khusus Alquran akan memberikan petunjuk, penjelasan dan bimbingan mana yang hak dan yang batil bagi kita kaum muslimin.
Jangan pernah merasa Allah itu jauh, Allah tegaskan di ayat ke 186 itu (Fa inni qariib) Maka Sungguh Aku dekat, ada nun taukiid yang mengisyaratkan bahwa Allah benar-benar dekat dengan kita, Masya Allah sangat indah dan menakjubkan, karena kita tidak akan pernah bosan untuk terus meminta segala kebutuhan kita kepada-Nya karena Dia dekat dengan kita secara Ilmu, pendengaran dan penglihatan-Nya.
Kandungan bahasa Arab dalam ayat-ayat Ramadhan ada kalanya berbentuk perintah (Wabtaghuu maa kataballahu lakum) di ayat yang ke 187, “Carilah apa yang telah Allah tetapkan untuk kalian!”, lafadz ini dalam bentuk perintah supaya kita bersemangat dalam mencari Lailatul Qadar sebagaimana tafsir dari Abdullah bin Abbas; kita butuh ditambahkannya keberkahan usia kita dengan mendapatkan pahala dalam 1 malam lebih baik dari pada 1000 bulan.
Kita semua yakin dengan semua firman-firman-Nya dengan keluasan bahasa Arabnya yang syarat dengan makna, kita semua ingin menjadi orang yang beriman dan bertakwa tulus Ikhlas berbuat hanya untuk-Nya, menjadi orang yang dekat dengan Alquran sebagai pedoman hidup di dunia dan kelak di akhirat akan memberikan syafaat ketika kita membacanya, Allah juga memberikan kemudahan tidak menyulitkan dalam pelaksaan ibadah kita jika ada udzur syar`I, selalu yakin bahwa Allah sangat dekat dengan kita dan semoga kita mendatangi seruannya untuk menjadi manusia mulia dengan meraih lailatul qadar.