Terjadi di Beberapa Kecamatan BANYUMAS-Hujan deras yang mengguyur wilayah Banyumas Bagian Barat pada Sabtu (22/10) siang sampai sore hari menyebabkan sejumlah tebing longsor yaitu di Grumbul Pulasari, Grumbul Sabrang Desa Kracak, Grumbul Pegawulan Wetan Desa Darmakradenan Kecamatan Ajibarang dan Grumbul Gapsi Desa Cibangkong Kecamatan Pekuncen. Sebelumnya, pada Sabtu dinihari dua titik longsor terjadi di Desa Paningakan Kecamatan Gumelar. Di Grumbul Pulasari Desa Kracak, Kades setempat Sayuti mengatakan, di Grumbul Pulasari, dapur dan rumah milik Sudarto jebol akibat tanah longsor menghantam rumahnya. "Kerugian mencapai Rp 40 juta yaitu bagian dapur rumah Sudarto jebol, kamar retak dan satu kambing tertimbun. Di grumbul Pulasari lain tepatnya di RT 1 RW 10 tanah longsor mengakibatkan jalan desa tertutup tanah sepanjang 10 meter. Untuk di Grumbul Sabrang, tanah longsor menimpa kamar mandi rumah warga bernama Mustolih (46), akibatnya kamar mandi ambruk dan kerugian mencapai Rp 10 juta,"jelasnya. Di Grumbul Pegawulan Wetan Desa Darmakradenan, tiga rumah milik warga terancam setelah terjadi longsor. Kejadian tersebut diketahui warga pukul 18.00 dan tanah di belakang rumah Kuseri ambruk. Panjang tanah yang longsor 20 meter dengan ketinggian 10 meter dengan kemiringan 45 derajat. Kepala Desa Darmakradenan, Harjono Fauzan mengatakan, tiga rumah yang terancam adalah milik Kuseri, Kasroh dan Dasikin. Akibat kejadian tersebut, bagian belakang rumah warga terancam karena tanah sudah menggerus bagian rumah tersebut. "Kami masih data untuk jumlah kerugian. Sementara pemilik rumah sudah kami himbau supaya tetap waspada dengan intensitas hujan yang tinggi. Evakuasi sudah dilakukan yaitu pemindahan perabot rumah yang terancam terbawa longsor,"jelas Harjono. Di Kecamatan Pekuncen tepatnya masuk Grumbul Gapsi Desa Cibangkong, tebing setinggi 12 meter longsor mengakibatkan rumah milik Suwarto (36) rusak berat setelah material longsor masuk ke dalam rumah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 50 juta. Kasi Trantib Pekuncen Marsono mengatakan kejadian longsor awalnya diketahui pemilik rumah setelah suara keras dari belakang rumah menyebabkan tembok jebol. Pemilik rumah bersama keluarga langsung keluar rumah untuk menyelamatkan diri. "Sejak kejadian tersebut, keluarga Suwarto mengungsi ke rumah kerabatnya. Karena kondisi tebing masih rawan longsor. Selain itu, pemilik rumah serta warga yang berada di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada,"jelasnya. Selain di Grumbul Gapsi, retakan tanah terjadi di Grumbul Gandu Desa Cibangkong. Satu rumah yang terancam sudah ditinggalkan pemiliknya. Terkait kejadian bencana tanah longsor, sejumlah pihak mulai dari TNI, Polri, BPBD, Tagana, Linmas, Satpol PP serta warga terus berusaha mengevakuasi dan membersihkan material longsor. (gus)
Banyumas Barat Dilanda Longsor
Senin 24-10-2016,08:06 WIB
Kategori :