BACA JUGA:Persaingan Mobil Listrik: Hyundai Ioniq 6 vs BYD Seal, Mana yang Lebih Laku?
Peringatan ini bisa muncul dalam bentuk simbol yang menyatakan bahwa baterai tidak dapat terisi dengan benar, suhu baterai terlalu tinggi, atau masalah lainnya.
5. Panas Berlebihan pada Baterai
Baterai mobil listrik yang mengalami kerusakan sering kali akan menghasilkan panas berlebih selama pengisian atau pengoperasian.
Jika kalian merasakan bahwa bagian bawah kendaraan atau area sekitar baterai terasa lebih panas dari biasanya, ini bisa menunjukkan bahwa ada masalah dengan baterai.
BACA JUGA:Review VinFast VF 3: Mobil Listrik Asal Vietnam yang Mirip Suzuki Jimny
BACA JUGA:Mengintip Spesifikasi Mobil Listrik Suzuki e-Vitara yang Akan Rilis di Indonesia
Panas berlebih bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk kerusakan pada sel baterai, masalah pada sistem pengisian, atau kerusakan pada perangkat manajemen daya.
Mengabaikan gejala ini dapat berisiko pada kerusakan yang lebih parah atau bahkan kebakaran, sehingga segera lakukan pemeriksaan jika merasa baterai mobil listrik terlalu panas.
6. Kapasitas Pengisian yang Tidak Maksimal
Baterai yang sudah mulai rusak mungkin tidak bisa terisi penuh lagi.
BACA JUGA:BMW i8, Mobil Listrik Hybrid Milik Atta Halilintar dengan Teknologi Terdepan
BACA JUGA:Mengapa Mobil Listrik Tesla Model 3 Banyak Diminati Artis Indonesia? Ini Jawabannya
Meskipun kalian telah mengisi daya hingga mencapai 100%, namun kapasitas pengisian yang tercatat di sistem mobil listrik mungkin menunjukkan angka yang lebih rendah daripada yang seharusnya.
Masalah ini sering terjadi karena proses pengisian dan pengosongan baterai yang terus berulang seiring waktu menyebabkan degradasi sel-sel baterai.
Jika kalian merasa pengisian tidak lagi mencapai angka yang seharusnya, ini bisa menjadi tanda bahwa baterai membutuhkan penggantian.
7. Peningkatan Biaya Pengisian
BACA JUGA:Harga Mobil Listrik Bekas Bulan November 2024, Mulai Rp 195 Juta
BACA JUGA:Waspada! Inilah Ciri-Ciri Mobil Listrik Mengalami Korsleting