BANYUMAS-Memasuki panen raya, harga gabah kering di Banyumas turun drastis. Stok gabah yang banyak membuat penjualan beras semakin menurun. Pedagang gabah Desa Pakunden Kecamatan Banyumas, Sutarno mengatakan, harga gabah anjlok sejak akhir Februari lalu. Menurut dia, sudah banyak petani yang panen sejak sepekan terakhir. Dia mengungkapkan, harga gabah kering bulan Desember lalu masih tinggi, yaitu Rp 550 ribu per kuintal, sedangkan untuk kualitas rendah Rp 530 ribu per kuintal. Harga beras saat itu Rp Rp 9000 ribu per kilogram. Namun Minggu (13/3) kemarin, harga gabah kering Rp 430 ribu perkwintal. Sedangkan harga beras menjadi Rp 7.700 perkilogram. "Januari sudah turun sedikit, begitu sampai Maret bisa dikatakan harga gabah anjlok," ujarnya. Dia memperkirakan, harga gabah akan mengalami penurunan kembali hingga beberapa waktu ke depan. "Kedepan harga gabah sepertinya akan turun lagi. Sebab, belum semua wilayah selesai panen. Mungkin bisa sampai Rp 400 ribu perkwintal," ujarnya. Sutarno menjelaskan, kualitas gabah pada panen kali ini banyak yang tidak bagus karena terserang oleh hama. Sebagian beras yang dihasilkan berukuran kecil dan mengalami pecah-pecah. "Beras yang kena hama banyak yang pecah-pecah," jelasnya. Menurut dia, panen raya berpengaruh pada penjualan beras yang dinilai lambat. "Kalau musim panen semakin banyak tengkulak yang jualan di pasar, persaingan semakin ketat. Sebelumnya dia bisa menjual beras 10 karung hingga 12 karung selama satu minggu, namun saat ini dia hanya bisa menjual empat sampai lima karung perminggu. Kalau tidak punya langganan pasti sulit," paparnya. Dia berharap agar pemerintah ikut berperan agar harga gabah tidak terlalu merosot. Menurut dia, harga yang terlalu rendah berpengaruh besar pada petani. "Kalau dolog sudah mulai narik, harga gabah mulai lebih baik. Tapi biasanya bulan Agustus baru narik," imbuhnya. (wah)
Harga Gabah Anjlok
Kamis 17-03-2016,11:52 WIB
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 05-04-2026,15:35 WIB
Uang Palsu Gegerkan Pasar Cilongok Banyumas, Pedagang Lansia Jadi Sasaran, Terduga Pelaku Terekam CCTV
Minggu 05-04-2026,13:58 WIB
Suhu Kawah Naik 52,8 Derajat Celcius dalam Sehari, Pendakian Gunung Slamet Ditutup Sementara
Minggu 05-04-2026,12:18 WIB
Suhu Kawah Gunung Slamet Melonjak, Pendakian Ditutup Mendadak Demi Keselamatan
Minggu 05-04-2026,16:40 WIB
Aktifitas Nelayan di Cilacap Kembali Normal, Hasil Belum Maksimal
Minggu 05-04-2026,16:34 WIB
Cilacap Tidak Akan Terapkan WFH bagi ASN, Layanan Publik Jadi Pertimbangan Utama
Terkini
Minggu 05-04-2026,21:10 WIB
Hendy Yudoko Resmi Jabat Manajer PDJR UT Purwokerto, Perkuat Akses Pendidikan
Minggu 05-04-2026,20:35 WIB
Dramatis, Pemuda Panjat Tower di Pegalongan Banyumas Dievakuasi, Diduga Hendak Mengakhiri Hidup
Minggu 05-04-2026,18:46 WIB
Persibangga Comeback 2-1 Lawan Mataram Utama, Menang Perdana Jelang Liga 4 Nasional 2026
Minggu 05-04-2026,17:30 WIB
20 Kecamatan Unjuk Gigi, Parade Budaya Banjarnegara Jadi Magnet Warga
Minggu 05-04-2026,17:01 WIB