Perbedaan Baterai Lithium dan SLA pada motor listrik, Mana yang Lebih Baik?

Sabtu 11-05-2024,14:31 WIB
Reporter : Feni Amelia
Editor : Puput Nursetyo

Selain itu, baterai Lithium juga dapat menghasilkan siklus baterai antara 500 hingga 1000 siklus.

BACA JUGA:Ternyata Gampang! Begini Cara Mengganti Van Belt Motor Listrik GESITS yang Perlu Kamu Ketahui!

BACA JUGA:SIMAK Manfaat dan Bahaya Regenerative Braking pada Motor Listrik!

Namun, penggunaan baterai ini cukup riskan, karena memiliki kekurangan pada temperatur.

Baterai Lithium memiliki Battery Management System (BMS), sehingga ketika suhu mencapai lebih dari 50 derajat C, maka sistem akan meng-cut off daya. 

Sementara, kondisi cuaca panas di Indonesia bermula dari 30-33 derajat C. Jika suhu baterai Lithium hingga 50 derajat C lebih, dapat menimbulkan dampak yang berbahaya.

Baterai Lithium memiliki masa pemakaian yang cukup lama, yaitu sekitar 3-5 tahun.

BACA JUGA:Ingin Memasang Sound Booster di Motor Listrik? Pertimbangkan 5 Hal Ini!

BACA JUGA:Cara SIMPEL Servis Motor Listrik Matic yang Mati Total!

2. Baterai SLA

Baterai SLA atau Sealed Lead Acid merupakan jenis baterai motor listrik yang dapat digunakan untuk tegangan tinggi.

Baterai SLA dapat menghasilkan siklus baterai antara 300 hingga 1200 siklus.

Jenis baterai ini memiliki harga jual cukup terjangkau dibandingkan baterai motor listrik lainnya.

BACA JUGA:Canggih! Motor Listrik Volta 401 S Menggunakan Baterai Ganda

BACA JUGA:Motor Listrik Tiba-Tiba Mati Total, Jangan Panik!. Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kategori :