Selain itu, kebocoran oli juga bisa mengotori area sekitar CVT dan menyebabkan tumpahan oli di bawah kendaraan.
BACA JUGA:WAJIB TAHU! 6 Motor Matic Paling Irit Buat Perjalanan Jauh Tanpa Ngeluh
BACA JUGA:MANTAP ! 5 Keunggulan Honda BeAT Dibandingkan Motor Matic Lainnya
4. Pulley CVT Tergores atau Aus
Kerusakan pada pulley CVT, baik tergores atau aus, dapat menyebabkan gangguan serius pada performa motor matic. Pulley CVT berfungsi untuk mengatur rasio perpindahan gigi secara otomatis.
Jika pulley mengalami goresan atau keausan, maka perpindahan gigi tidak akan berjalan dengan baik, yang dapat mengakibatkan penurunan akselerasi dan efisiensi kendaraan.
5. Overheating CVT
Overheating pada CVT merupakan masalah serius yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen CVT dan bahkan mesin kendaraan.
Overheating biasanya terjadi karena berbagai alasan, seperti kurangnya cairan pendingin, kondisi lingkungan yang panas, atau gesekan berlebihan dalam transmisi.
Ketika CVT overheating, oli dalam sistem dapat terdegradasi, menyebabkan penurunan performa transmisi dan bahkan kerusakan komponen-komponen internal.
BACA JUGA:Apakah Mematikan Motor Matic dengan Standar Bisa Membuat Aki Soak? Ini Penjelasannya
BACA JUGA:Beberapa Permasalahan Motor Matic Di Musim Hujan Dan Tips Merawatnya!
6. Sensor CVT Rusak
Kerusakan pada sensor CVT merupakan masalah yang penting untuk segera ditangani. Sensor CVT berperan dalam mendeteksi perubahan kecepatan dan memicu perpindahan gigi secara otomatis.
Jika sensor rusak, sistem perpindahan gigi tidak akan berfungsi dengan baik, mengakibatkan penurunan performa kendaraan dan bahkan kegagalan total dalam beberapa kasus.
Penting untuk segera memeriksa dan mengganti sensor CVT yang rusak untuk menjaga performa optimal dan keamanan kendaraan.