Dongkrak Popularitas Kopi Banjarnegara, Warga Nikmati 6000 Cup Kopi Gratis

Dongkrak Popularitas Kopi Banjarnegara, Warga Nikmati 6000 Cup Kopi Gratis

BANJARNEGARA- Popularitas kopi Banjarnegara terus didongkrak untuk memperluas pemasaran dan menjaga kualitas mutu. Sabtu (8/10) sampai Minggu (9/10) kemarin, berbagai produk kopi lokal Banjarnegara diseduh dalam 6000 cup untuk dibagi gratis sebagai bagian prosesi minum kopi bersama di alun-alun Banjarnegara. Kegiatan melibatkan puluhan barista.  dongkrak-kopi-banjarnegara Ketua Pelaksana Banjarnegara Coffe Day, setyo Bangun Suharto mengatakan kualitas kopi Banjarnegara telah diakui secara nasional. Buktinya, biji kopi Banjarnegara berhasil menjadi salah satu juara di kontes kopi nasional 2016. Acara minum bersama di ruang publik sekitar alun-aluna, dilakukan untuk semakin mendekatkan warga pada kekhasan kopi lokal yang dibudidayakan para petani kopi di wilayah Kabupaten Banjarnegara. "Biji kopi dari berbagai petani Banjarnegara, tak kalah kualitasnya dengan kopi-kopi yang telah populer seperti Gayo atau Mandailing. Lewat acara minum kopi bersama ini, kami ingin masyarakat akrab dengan kopi dari daerahnya sendiri," kata Setyo, Sabtu (8/10). Menurut dia, kKopi-kopi yang diseduh oleh para barista, , berasal dari kebun kopi di Kalibening, Ratamba, Wanayasa, Karangkobar dan wilayah lain. Lewat acara yang juga melibatkan petani, komunitas dan coffee shop itu, diharapkan setelah masyarakat merasakan kopi lokal, lebih luasnya bisa meningkatkan produktivitas kopi lokal dengan menyebar luaskan informasi. Sebab saat ini, sejumlah home industri di Banjarnegara sedang melakukan branding kopi Banjarnegara. selain itu kualitas pengolahan pasca panen terus ditingkatkan. Setyo menjelaskan, untuk mengakrabkan kopi lokal pada masyarakat, dibagikan 6000 cup kopi tubruk selama dua hari berturut-turut. "Kami memang memilih penyajian kopi tubruk karena sisi praktis penyajian saja. Kurang lebih ada 25 barista asal Banjanegara dan 5 barista dari Jogja yang terlibat dalam penyajian kopi gratis ini," ungkapnya. Pegiat Banjarnegara Pecinta Kopi (Baraapi), Ian Alam Sukarso (23) menyatakan, pihaknya antusias dengan gelaran prosesi minum kopi tersebut. Menurut Ian, saat ini memang tengah menjamur kedai-kedai kopi di Banjarnegara sehingga di sisi lain, memantik pula rasa penasaran terhadap kopi dan mendukung serapan kopi lokal. Menurut dia, acara ini bisa memperluas promosi kopi Banjarnegara yang punya kekhasan tersendiri. "Saya kira, gelaran ini momen yang bagus untuk semakin mengakrabkan kopi lokal pada masyarakat. Karena kenyataan yang tak dipungkiri, kopi saat ini kadang hanya jadi sekadar simbol gaya hidup semata. Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat setidaknya tahu bagaimana kopi diproses sqmpai disajikan" ungkapnya. (ziz)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: