PURWOKERTO - Tingkat kepesertaan masyarakat Banyumas dalam program Kartu Indonesia Sehat (KIS) cukup tinggi.
Dari pemerintah pusat saja, Dinsospermades Banyumas memastikan sebanyak 48,85% masyarakat sudah dapat ter-cover kesehatannya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Penanganan Fakir Miskin (PSPFM) Dinsospermades Kabupaten Banyumas, Lili Mujianto, S.Sos., mengungkap, KIS dari dana APBN yang berlaku di tahun 2020 di Kabupaten Banyumas diberikan kepada sebanyak 862.138 masyarakat, dari total 1.840.152 masyarakat di Banyumas.
"Persentasenya sudah mencapai 48,85%. Kuota provinsi total 15.844.258 orang," paparnya.
Baca juga : 26 Ribu Pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Banyumas Dinonaktifkan
Lili mengungkap, terkait perbedaan angka kemiskinan antara versi Dinsospermades Banyumas dan BPS Banyumas yang berbeda, hal tersebut sangat mungkin terjadi. Antara data makro dan mikro tidak bertemu.
Dirinya sendiri mempersilakan kepada masyarakat sangat miskin, yang faktanya belum mendapat KIS, untuk segera datang ke kantor. Sudah banyak keluhan terkait kurang tepatnya penerima KIS dan masuk ke dalam Lapak Aduan Banyumas (LAB).
"Harapan kami, data kemiskinan benar-benar valid. Menjadi tolok ukur pengambilan kebijakan menurunkan kemiskinan," terangnya. (yda)