Ajax Amsterdam (0) V (2) Manchester United - Trofi Mahal Ala Si Setan Merah

Jumat 26-05-2017,01:42 WIB

STOCKHOLM – Manchester United membuat nama Inggris kembali terkerek di belantika sepak bola Eropa. Kemenangan di Europa League musim 2016-2017 ini membuat Negeri Ratu Elizabeth II itu akan punya lima wakil. Menyamai apa yang dilakukan Spanyol musim lalu. Di Friends Arena kemarin (25/5), Si Setan Merah membungkam wakil Belanda Ajax Amsterdam dengan skor 2-0. Sukses tersebut menjadikan United sebagai wakil Inggris kelima setelah Chelsea, Tottenham Hotspur, Manchester City, dan Liverpool yang sudah mengamankan posisi Liga Champions musim 2017-2018. Dua gol United kemarin disumbangkan dua pemain yang musim ini baru mendarat di Old Trafford. Yakni Paul Pogba pada menit ke-18 dan Henrikh Mkhitaryan (48'). Akan tetapi United menebus kejayaannya di ajang Europa League dengan harga yang sangat mahal. Kalau tak percaya tengoklah banderol Pogba, Mkhitaryan, serta Eric Bailly yang didatangkan musim ini dengan keseluruhan harga sampai GBP 157,25 (Rp 2,11 trilun). Kalau dibandingkan dengan daftar beli pemain Ajax musim ini, pengeluaran United ibarat menyandingkan jeruk nipis dengan semangka bangkok. Total belanja Ajax musim ini 'cuma' seperlima anggaran United. Ajax merogoh kocek sekitar GBP 30,18 juta (Rp 520,35 miliar). Layakkah United mengeluarkan dana sampai Rp 2 Triliun untuk sekedar meraih trofi kelas kedua Eropa musim ini ? Kalau dilihat dari tren United ketika menang Si Kuping Besar dua edisi terakhir, pengeluaran United terus meningkat. Saat Roy Keane dkk juara Liga Champions 1998-1999, angka transfer musim itu kurang lebih seperlima lebih kecil dari musim ini. Yakni GBP 37,61 juta (Rp 648,46 miliar). Rekrutan penting musim itu adalah Dwight Yorke dan Jaap Stam. Lalu saat juara Liga Champions selanjutnya, 2007-2008, pelatih legendaris United Sir Alex Ferguson berbelanja hingga GBP 87,98 (Rp 1,51 triliun). Alokasi terbesar musim itu adalah untuk mendatangkan Anderson da Silva dari FC Porto seharga GBP 26,78 juta (Rp 461,73 miliar). “Bagaimana pun ini adalah trofi Eropa dan Anda tak memenanginya setiap hari. Saya mengalami kekalahan empat tahun lalu (dengan Athletic Bilbao) dan hari ini (kemarin, red.) saya sangat sangat gembira,” kata gelandang United Ander Herrera kepada UEFA. “Kami mendedikasikannya untuk korban (bom Manchester),” tambah Herrera. Nah, dalam pertandingan kemarin pragmatisme ala Mourinho membuktikan sekali lagi sebagai strategi yang cukup ampuh untuk meredam tim dengan skema ofensif. Pilihan formasi 4-1-4-1, United mampu membuat pasukan muda Ajax hilang akal. Dalam 90 menit permainan di lapangan, Ajax hanya menghasilkan tiga tembakan on target. Satu di babak pertama, dua di 45 menit selanjutnya. Pemain Ajax seperti linglung dan hanya berputar-putar di sekitar kotak penalti Ajax. Davy Klaassen dkk seperti tak punya rencana cadangan untuk membongkar pertahanan United yang dikomandoi Chris Smalling dan Daley Blind di jantung pertahanan. Bukan hanya Herrera juga Pogba yang menyumbat jalan pertahanan United, pemain depan seperti Marcus Rashford juga Henrikh Mkhitaryan juga ikut mengganggu konsentrasi Ajax saat menyerang. Rashford dan Mkhitaryan membuat empat dan lima pelanggaran. United meladeni dengan sabar permainan menyerang oleh Ajax. United membiarkan Ajax menguasai pertandingan dengan dominasi bola sampai 67 persen. Gelandang United yang dibeli mahal musim ini, Pogba mengatakan gol kemarin sekaligus penghiburan baginya setelah gagal mengatrol United ke posisi yang lebih layak di klasemen Premier League. “Beberapa orang mengatakan kalau kami punya musim yang buruk namun kami punya tiga trofi sejauh ini. Kami bekerja keras dan kami menikmatinya sekarang,” tutur gelandang timnas Prancis itu kepada ESPN. Sementara itu, pelatih United Jose Mourinho berkata setelah laga dirinya akan berlibur. Mourinho akan beristirahat pada musim panas ini karena United akan tampil di Liga Champions musim depan dan musim ini tiga trofi berhasil ditambahkan di lemari United. “Untuk saya, cukup adalah cukup. Kami memilih mencapai Liga Champions dengan jalan ini ketimbang finis posisi keempat, ketiga, atau runner-up,” ucap Mourinho. “Kami cukup obyektif, kami kembali ke Liga Champions musim depan dengan menang gelar yang penting,” tambah mantan pelatih FC Porto, Inter Milan, dan Chelsea itu. (dra)

Tags :
Kategori :

Terkait