Honda

Rofik Hananto Salurkan 1500 Paket Konversi BBM ke BBG untuk Petani

Rofik Hananto Salurkan 1500 Paket Konversi BBM ke BBG untuk Petani

FOTO: Rofik Hananto didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian, perwakilan ESDM dan tamu undangan meninjau bantuan konverter kit untuk petani Purbalingga, Jumat (25/11).--

PURBALINGGA-Anggota Komisi VII DPR RI, H Rofik Hananto SE kembali menyalurkan 1500 paket konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) untuk para petani di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen. Paket konversi berupa mesin pompa air, konverter, tabung elpiji 3 kg, selang dan juga oli ini diharapkan dapat menurunkan operasional produksi petani, khususnya untuk biaya bahan bakar mesin pompa air.

“Program ini merupakan program kemitraan kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI. Saya berharap, melalui pendistribusian paket konversi ini, para petani akan lebih efisien dalam pembiayaan produksi pertanian. Selain lebih mneghemat biaya bahan bakar, paket konversi ini juga lebih ramah lingkungan,” tutur Rofik dalam acara pendistribusian paket konverter kit di Kabupaten Purbalingga, Jumat (25/11).

Politisi PKS ini menjelaskan, pompa air yang menggunakan konverter ini lebih hemat biaya. Untuk mengairi luasan yang sama, petani hanya membutuhkan satu tabung gas elpiji dengan harga Rp 20 ribu. Jika menggunakan BBM, akan menghabiskan sekitar 8 liter BBM,” tambahnya.

Rofik menjelaskan, pada tahun 2022 ini, tersalurkan 1500 paket konverter kit berupa pompa air dan kelengkapannya untuk Dapil VII. Rinciannya, 605 paket untuk petani di Kabupaten Purbalingga, 548 paket untuk petani di Kabupaten Kebumen dan 347 paket untuk para petani di Kabupaten Banjarnegara.

Menurutnya, program ini cukup spesial karena menjadi bukti pemerintah selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan petani. Tidak hanya mendapatkan paket mesin secara gratis, petani juga bisa menggunakan gas elpiji bersubsidi dalam menggunakan mesin itu. “Mesin ini harus dimanfaatkan dengan baik. Ini sangat bermanfaat, minimal biaya untuk pengairan lahan menjadi lebih murah. Program ini juga merupakan janji kampanye saya untuk para petani,” tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Mukodam SPt menyampaikan terimakasihnya kepada Rofik Hananto yang sudah tiga tahun berturut-turut mengupayakan penyaluran paket konversi BBM ke BBG melalui program aspirasinya. “Kami yakin pompa ini sangat bermanfaat dan multi fungsi. Bisa untuk mengairi sawah, menguras kolam dan lainnya. Pesan saya, setelah diterima, paket konverter inj bisa dimanfaatkan dan dipelihara sebaik-baiknya. Mesin ini juga boleh dipinjamkan ke lainnya, namun tidak boleh diperjualbelikan,” tambahnya.

Mukodam menambahkan, program tersebut cukup bermanfaat bagi para petani di wilayah yang sulit air. “Ada juga beberapa wilayah pertanian yang ada sumber aliran air, namun lebih rendah dari lahannya sehingga harus disedot dengan mesin,” tambahnya.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Purbalingga, Drs Agus Winarno MSi menyampaikan, program ini membuktikan pemerintah senantiasa memikirkan para petani. Pemerintah membuat program yang memudahkan masyarakat. “Paket konverter kit ini lebih hemat dan efisien dalam penggunaan bahan bakarnya, bisa 5 kali lipat. Tentu saja, ini bisa meningkatkan produktifitas pertanian dan meningkatkan perekonomian petani,” tuturnya.

Perwakilan Kementrian ESDM, Sabardiman ST MT mengatakan, Kementerian ESDM memiliki banyak program, salah satunya pendistribusian paket konverter kit untuk petani dan nelayan sasaran. Program lainnya adalah listrik pedesaan, sumur bor untuk wilayah kesulitan air bersih dan PLTS. “Program konversi BBM ke BBG ini adalah program yang menyentuh langsung ke masyarakat untuk diversifikasi energi. Harapan kami, petani bisa mengakses energi lebih mudah. Mesin ini sangat efisien dalam penggunaan bahan bakar. Penggunaan satu tabung gas elpiji ini setara dengan penggunaan 8-10 liter BBM.

Acara pendistribusian konverter kit untuk para petani di Purbalingga itu juga dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Purbalingga dari Fraksi PKS, Sumarsih dan Siti Sifa, Pengurus DPTD PKS Kabupaten Purbalingga, Afiq Yunan, perwakilan dari Bapelitbangda Purbalingga, perwakilan dari DKPP Purbalingga, Camat Kalimanah, Wijayanto S Sos, Kepala Kelurahan Mewek, unsur Forkompincam dan tamu undangan lainnya.(bdg/ads)

Sumber: