Honda

Pilu, Empat Anak di Tegal Jadi Yatim Piatu Setelah Domiri Meninggal Kesetrum, Kini Diasuh Neneknya

Pilu, Empat Anak di Tegal Jadi Yatim Piatu Setelah Domiri Meninggal Kesetrum, Kini Diasuh Neneknya

Empat-Anak-di-Tegal-Jadi-Yatim-Piatu-Setelah-Domiri-Meninggal-Kesetrum Bantuan diberikan ke anak Domiri. Foto Radar Tegal BUMIJAWA - Kematian Domiri (45), warga Desa Muncanglarang Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal, usai tersengat listrik saat memanen tanaman cengkihnya meninggalkan duka mendalam keluarganya. Domiri meninggalkan empat anak yang masih kecil-kecil. Istrinya sudah meninggal dunia tiga tahun lalu. Keempat anak almarhum kini diasuh oleh neneknya di Desa Muncanglarang RT 01 RW 01 Kecamatan Bumijawa. Anak pertama masih berusia 20 tahun, sedangkan anak keempat atau bungsu baru menginjak 5 tahun. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal, Iman Sisworo menuturkan ayah dari keempat anak itu bernama Domiri (45). Domiri meninggal dunia ketika hendak panen cengkeh di Desa Pagerkasih Kecamatan Bumijawa Kabupaten Tegal. Peristiwa itu berawal ketika pohon cengkeh itu ditebas atau dibeli oleh Domiri. Setelah sepakat dengan harganya, Domiri kemudian memanjat pohon tersebut dan memangkas salah satu rantingnya. Namun Domiri tidak sadar jika ranting itu ternyata menempel di kabel listrik tegangan tinggi. Praktis, tubuh Domiri terbakar karena tersengat aliran listrik. "Korban langsung meninggal di lokasi kejadian, tubuhnya menyangkut di atas pohon," katanya. https://radarbanyumas.co.id/pangkas-tanaman-cengkih-petani-tersengat-listrik/ Santunan itu diserahkan, tambah Iman Sisworo, kepada anak korban, Akhmad Hakim Rizai (20). Saat ini, Akhmad Hakim bersama ketiga adiknya menjadi yatim piatu. Sebenarnya, mereka masih membutuhkan bantuan untuk biaya hidup sehari-hari. Hidup mereka memang sangat memprihatinkan. Semoga ada dermawan yang membantunya. (guh/zul)

Sumber: