Tembok Rumah Warga Dayeuhluhur Ambruk Tiba-tiba

ISTIMEWA
RUSAK : Warga dibantu Polisi dan TNI memperbaiki tembok Rumah Sarjo Suhanda, Warga Desa Panulisan Timur Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap yang ambruk tanpa sebab.
CILACAP - Tidak ada angin tidak ada hujan, tembok rumah warga Desa Panulisan Timur, Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap tiba-tiba ambruk. Hal ini sangat mengagetkan pemiliknya yakni keluarga Sarjo Suhanda (74) yang tinggal bersama istrinya, Darti (70). Bangunan ini ada di Dusun Neglasari RT 02 RW 06 Desa Panulisan Timur.
Informasi yang dimiliki Radarmas menyebutkan, tembok ambruk itu berada di samping kanan rumah tersebut. Saat kejadian, keduanya tengah tertidur lelap. Namun sekitar pukul 05.00, Darti mendengar suara bangunan roboh.
Karena takut, keduanya lalu keluar dan langsung menemui Ketua RT dan bersama-sama memeriksa dengan berkeliling rumah. Baru kemudian diketahui ada tembok rumah yang ambruk.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy mengatakan, rumah korban berkonstruksi semi permanen. Bagian yang ambruk itu tersusun atas batako.
"Ini rumah semi permanen dan ambruk Sabtu kemarin," ujarnya melalui Kepala UPT BPBD Majenang, Edi Sapto Prihono, Minggu (15/9) kemarin.
Dia mengatakan, pasca kejadian petugas BPBD bersama aparat terkait sudah melakukan pemeriksaan. Mereka menemukan kerusakan pada bangunan tersebut. Diperkirakan rumah ini sudah retak-retak yang diakibatkan oleh gempa gempa 3,7 SR. Gempa berpusat di Kota Banjarpatoman ini terjadi pada Agustus lalu.
"Setelah gempa, tembok rumah retak-retak dan belum diperbaiki. Sampai kemudian ambruk," katanya. Korban diperkirakan mengalami kerugian senilai Rp 20 juta. Ini dengan menghitung kerusakan rumah berukuran 6 X 9 Meter tersebut. (har/acd)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber: