Banner Honda

Hari Batik Jadi Momen Anak Inklusi Bersinar, Sembilan Anak Tampil di Aston Vastra Karunya

Hari Batik Jadi Momen Anak Inklusi Bersinar, Sembilan Anak Tampil di Aston Vastra Karunya

Salah satu karya dari desainer lokal dalam acara Aston Vastra Karunya, dalam rangka Hari Batik Nasional.-Laily Media Y/Radar Banyumas-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Peragaan busana dalam rangka Hari Batik tak hanya menjadi ajang menampilkan keindahan kain batik. Hal itu terlihat di Fashion Show & Art Auction Aston Vastra Karunya, Jumat (2/10/2026) di Arimbi Meeting Room Aston Purwokerto.

Salah satu desainer asal Banyumas yang terlibat dalam acara tersebut, Ari Nugroho mengatakan, Kegiatan ini memberikan ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk berekspresi dan menunjukkan kemampuan mereka.

"Ada sembilan anak berkebutuhan khusus terlibat dalam fashion show ini," katanya yang juga membawa brand Dejarumi.

Melalui kegiatan ini, anak berkebutuhan khusus mendapat kesempatan untuk tampil di hadapan publik. Mereka didampingi influencer lokal ternama.

BACA JUGA:Batik Kolosal 1.000 Canting di Hari Batik

Ari menyampaikan, keterlibatan anak-anak berkebutuhan khusus merupakan upaya memberikan ruang bagi mereka untuk berkarya, berekspresi, dan berkembang.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin teman-teman inklusi memiliki ruang untuk berekspresi, merasa dihargai, dan punya tempat untuk bertumbuh. Mereka juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan mengembangkan potensi,” ujarnya.

Persiapan peragaan busana tersebut dilakukan selama dua minggu. Dalam prosesnya, Ari mengaku harus menyesuaikan pendekatan dengan karakter masing-masing anak.

Kesabaran dan ketelatenan menjadi hal penting, terutama ketika mengajak mereka mengikuti latihan dan mencoba busana yang akan dikenakan.

BACA JUGA:Sambut Hari Batik, SMPN 2 Cilacap Ajak Siswa Berkarya dengan Canting

Tantangan muncul ketika Alzeina (7), salah satu model cilik yang mengidap autism spectrum disorder (ASD), sempat tidak mau mengenakan busana yang telah disiapkan. Sebagai desainer, Ari mengaku sempat khawatir karena pakaian tersebut sudah dibuat khusus untuk acara itu.

Namun, pendamping dan guru yang memahami karakter anak-anak tersebut, membantu proses persiapan berjalan lebih baik. Ari pun memilih mengikuti cara pendamping dalam menghadapi masing-masing anak.

Terbukti, saat tampil di hadapan penonton, Alzeina terlihat senang. Meskipun ada beberapa anak yang ketakutan dan menangis ketika tampil, tetapi acara tetap berjalan lancar.

Ada anak yang sampai digendong agar nyaman saat tampil. Dan terbukti terlihat gembira sembari melambaikan tangan ke arah penonton.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: