Banner Honda

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sebut Serangan Jantung, Keluarga Menerima Kesimpulan Medis Pemeriksaan

Hasil Ekshumasi Sutrimo Sebut Serangan Jantung, Keluarga Menerima Kesimpulan Medis Pemeriksaan

Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni.-WAFI ZAKIYAH/RADARMAS-

BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID - Hasil ekshumasi terhadap Sutrimo, warga Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Banyumas, yang merupakan pegawai eks Jampidsus Febrie, menyimpulkan almarhum meninggal dunia akibat serangan jantung. Kesimpulan tersebut disampaikan setelah tim medis melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Sutrimo yang sebelumnya sempat menimbulkan pertanyaan di tengah keluarga.

Kuasa hukum keluarga Sutrimo, Aan Rohaeni, mengatakan pihak keluarga telah mendapatkan penjelasan mengenai hasil ekshumasi sebelum hasil pemeriksaan disampaikan kepada publik. Keluarga kemudian menyatakan menerima hasil pemeriksaan tersebut dan menghormati kesimpulan yang disampaikan tim medis.

"Prinsipnya dengan hasil ekshumasi, kami mau tidak mau harus menerima fakta medis yang harus kita terima," kata Aan.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pengujian, tidak ditemukan racun dalam tubuh Sutrimo. Tim medis menyimpulkan kematian Sutrimo berkaitan dengan serangan jantung dan menemukan kandungan kafein dalam pemeriksaan.

BACA JUGA:Tak Temukan Luka Kekerasan, Kematian Sutrimo Masih Misterius

"Sebagai orang hukum, mau tidak mau kita percaya tim medis sudah melakukan pengujian dan memang di sana tidak ditemukan racun," ujarnya. "Lalu beliau menyimpulkan kalau itu adanya kafein menyebabkan almarhum terkena serangan jantung," sambung Aan.

Aan menegaskan, hasil pemeriksaan tersebut sebelumnya telah dijelaskan secara langsung kepada keluarga. Setelah memperoleh penjelasan mengenai kesimpulan medis, keluarga menyatakan tidak keberatan dan menerima hasil ekshumasi tersebut.

"Sehari sebelumnya saya memang sudah menjelaskan kepada keluarga," jelasnya. "Prinsipnya kita dengan itu tidak keberatan," lanjut Aan.

Menurut Aan, hasil pemeriksaan tersebut juga memberikan ketenangan bagi ibu kandung Sutrimo. Sebelumnya, keluarga sempat mempertanyakan penyebab kematian Sutrimo setelah muncul berbagai informasi mengenai dugaan kematian yang tidak wajar.

"Di hati kecil sebagai seorang ibu, mendengar anaknya meninggal karena wajar, ibunya malah bersyukur, alhamdulillah," tuturnya. Pernyataan tersebut menggambarkan kelegaan keluarga setelah memperoleh kepastian dari hasil pemeriksaan medis.

Aan menjelaskan, langkah hukum yang ditempuh keluarga sebelumnya bukan karena telah menuduh ataupun mencurigai pihak tertentu. Keluarga hanya ingin memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian Sutrimo di tengah informasi yang beredar melalui media sosial maupun media massa.

"Pihak keluarga melaporkan karena respons sebagai itikad baik atas gonjang-ganjing, adanya dugaan kematian tidak wajar di media massa," sambungnya. Menurut Aan, langkah tersebut ditempuh agar keluarga mendapatkan penjelasan berdasarkan pemeriksaan medis, bukan untuk menuduh pihak tertentu.

Dengan hasil ekshumasi tersebut, keluarga kini menyatakan menerima kesimpulan medis mengenai penyebab kematian Sutrimo. Keluarga juga tidak mempermasalahkan hasil pemeriksaan yang menyebut kematian almarhum berkaitan dengan serangan jantung.

"Jadi orang tua korban, keluarga prinsipnya menerima juga," pungkas Aan. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: