130 Ribu KIS APBD Banyumas Nonaktif, Evaluasi UHC Prioritaskan Warga Desil 1-5
Penerima KIS APBD berkonsultasi terkait peringkat desilnya, Jumat (2/10).-YUDHA IMAN/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Sebanyak 130 ribu penerima KIS APBD di Kabupaten Banyumas nonaktif mulai 1 Oktober 2026 setelah pemerintah daerah menyempurnakan skema Universal Health Coverage (UHC). Kebijakan tersebut dilakukan dengan memprioritaskan masyarakat yang paling membutuhkan, sekaligus tetap memberikan perhatian khusus bagi warga dengan penyakit tertentu.
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas, Agus Anggraito, mengatakan penyempurnaan UHC berdampak pada adanya penerima KIS APBD yang dinonaktifkan. Banyumas sendiri selama 2024 sampai 2026 telah memenuhi cakupan UHC.
"Setelah dua tahun berjalan maka dievalusi efektivitasnya. Jangan-jangan ada yang kurang tepat sasaran," katanya ditemui Radarmas, Jumat (2/10).
Agus menjelaskan, hasil evaluasi menunjukkan terdapat masyarakat yang secara ekonomi dinilai mampu, tetapi sebelumnya menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) KIS mandiri. Setelah program UHC dibiayai pemerintah daerah, sebagian dari mereka tidak lagi melanjutkan pembayaran kepesertaan secara mandiri.
BACA JUGA:RAPBD Purbalingga 2027 Ada Selisih Rp250 Juta, Transfer Pusat Capai 77,79 Persen Pendapatan
"Yang tadinya sudah mandiri tahu dari pemerintah daerah menggratiskan beralih kesitu," terang dia.
Menurut Agus, evaluasi dilakukan agar program UHC Kabupaten Banyumas tetap berlanjut dengan sasaran penerima yang lebih tepat. Prioritas penerima KIS APBD kini diarahkan kepada masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai 5.
Sementara itu, masyarakat yang masuk desil 6 hingga 10 tetap mendapatkan perhatian khusus. Perhatian tersebut diberikan terutama bagi warga dengan kondisi penyakit kategori katastropik seperti kanker, jantung, stroke dan gagal ginjal.
Agus menyebut perubahan sasaran tersebut membuat jumlah penerima KIS APBD mengalami penurunan cukup besar. Sebelumnya, penerima KIS APBD mencapai 232.509 jiwa, sedangkan setelah evaluasi jumlah penerima aktif menjadi sekitar 102 ribuan jiwa.
"Angkanya penerima KIS APBD dulu 232.509 jiwa sekarang menjadi 102 ribuan jiwa. Yang non aktif sekitar 130 ribuan," pungkas Agus. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
