Banner Honda

Program Ayo Cek Ginjal!: Pemeriksaan Ureum dan kreatinin Masyarakat Berisiko Tinggi di Desa Sokaraja Kidul

Program Ayo Cek Ginjal!: Pemeriksaan Ureum dan kreatinin Masyarakat Berisiko Tinggi di Desa Sokaraja Kidul

Kegiatan program “Ayo Cek Ginjal!” berupa pemeriksaan ureum dan kreatinin bagi masyarakat berisiko tinggi di Desa Sokaraja Kidul, Banyumas.-Poltekkes Kemenkes Semarang untuk Radarmas-

Penulis:

Taat Sumedi, S.Kep, Ns, MH., Aris Fitriyani, S.Kep, Ns, MM., Esti Dwi Widayanti, S.Kep, Ns, M.Kep

RADARBANYUMAS.CO.ID - Sebagai bentuk pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, Poltekkes Kemenkes Semarang melalui Program Studi DIII Keperawatan Purwokerto melaksanakan program “Ayo Cek Ginjal!” berupa pemeriksaan ureum dan kreatinin bagi masyarakat berisiko tinggi di Desa Sokaraja Kidul, Banyumas, pada tanggal 8 Agustus 2026, dengan pendanaan DIPA Tahun Anggaran 2026 berdasarkan SK Direktur Nomor HK.02.03/F.XV/0696/2026 tanggal 30 Januari 2026.

Program melibatkan delapan mahasiswa DIII Keperawatan Purwokerto, yaitu Felia Nur Yasmin, Salsabila Vici Islaminajwa, Zahda Ashri Krisaputri, Neza Mutiara Ramadhani, Firosya Stefiani Agista, Rizki Zainudin, Firda Laela Shufa, dan Elsa Enjelita.

Pendahuluan/Latar Belakang

Penyakit ginjal kronik merupakan masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal, sementara penelitian berbasis Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, stroke, usia lanjut, dan kurang aktivitas fisik merupakan beberapa faktor yang berkaitan dengan risiko penyakit ginjal kronik di Indonesia (Hustrini et al., 2022).

Hipertensi dan diabetes melitus merupakan faktor risiko penting yang perlu menjadi perhatian dalam upaya pencegahan penyakit ginjal kronik, sehingga identifikasi kelompok berisiko dan pemeriksaan fungsi ginjal secara dini diperlukan sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif di masyarakat (Rani et al., 2022; Sinusi & Hargono, 2021).

Berdasarkan kondisi tersebut, program pengabdian masyarakat “Ayo Cek Ginjal!” dilaksanakan di Desa Sokaraja Kidul melalui pemeriksaan ureum dan kreatinin bagi masyarakat berisiko tinggi sebagai upaya mendukung deteksi dini gangguan fungsi ginjal, meningkatkan kesadaran kesehatan ginjal, serta mendorong masyarakat untuk melakukan pemantauan dan tindak lanjut kesehatan secara berkelanjutan.

Metode Pelaksanaan Program

Metode pelaksanaan program “Ayo Cek Ginjal!” meliputi pelatihan minimal 20 kader kesehatan, sosialisasi kepada masyarakat berisiko tinggi, serta pemeriksaan tekanan darah, IMT, ureum, dan kreatinin menggunakan POCT.

Kader bersama tim pengusul melakukan edukasi hasil pemeriksaan, pendataan, serta pendampingan dan rujukan peserta dengan hasil skrining abnormal ke fasilitas kesehatan.

Evaluasi dilakukan melalui pre-post test, cakupan skrining dan tindak lanjut rujukan, sedangkan keberlanjutan program dilakukan melalui integrasi kegiatan di posyandu/posbindu, pembentukan “Sahabat Ginjal Desa”, pengelolaan database, dan dukungan pemerintah desa serta puskesmas.

Hasil dan Temuan Program

Hasil pengabdian masyarakat meliputi pelatihan kader kesehatan tentang kesehatan ginjal, faktor risiko, skrining, komunikasi edukatif, pengisian formulir, serta pendampingan pemeriksaan darah kapiler menggunakan POCT.

Sosialisasi program dilakukan melalui spanduk, leaflet, masjid/mushola, WhatsApp, dan pertemuan RT/RW, dilanjutkan pemeriksaan tekanan darah, berat badan, IMT, ureum, dan kreatinin terhadap 45 masyarakat berisiko di Balai Desa Sokaraja Kidul.

Hasil pemeriksaan menunjukkan 33 orang dalam batas normal, 7 orang berisiko tinggi/sangat tinggi, dan 5 orang memiliki kadar kreatinin di bawah nilai rujukan, dengan 2 peserta memiliki hasil sangat tinggi yang memerlukan tindak lanjut ke fasilitas kesehatan.

Sebanyak 100 masyarakat mengikuti edukasi, dan kegiatan meningkatkan pengetahuan tentang tanda dan gejala penyakit ginjal, pencegahan, pola konsumsi, serta aktivitas sehat untuk menjaga fungsi ginjal.

Pembahasan

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: