Banner Honda

159 Alfamart Banyumas Ajukan Parkir Gratis, Hilangkan Stigma Kota Sejuta Parkir

159 Alfamart Banyumas Ajukan Parkir Gratis, Hilangkan Stigma Kota Sejuta Parkir

Salah satu gerai Alfamart di Kota Purwokerto, Senin (28/9/2026).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID – Sebanyak 159 gerai Alfamart di Kabupaten Banyumas mengajukan penerapan parkir gratis kepada Pemkab Banyumas. Kebijakan tersebut ditargetkan segera diterapkan sebagai salah satu langkah mengubah citra Purwokerto yang selama ini disebut “Kota Sejuta Parkir”.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, parkir gratis bukan semata-mata soal menghilangkan pungutan parkir, tetapi berkaitan dengan kepentingan masyarakat secara umum. “Ini adalah kepentingan masyarakat umum,” kata Sadewo, Jumat (25/9).

Menurut Sadewo, pengajuan parkir gratis dari Alfamart bukan atas permintaannya kepada pihak perusahaan. Sebelumnya, Alfamart justru menolak tawaran parkir gratis dan memilih membayar Rp250 ribu per bulan.

“Alfamart itu jumlahnya tidak sebanyak (Indomaret), Alfamart waktu itu saya tawarkan tidak mau, waktu itu maunya Rp250 ribu per bulannya,” ujarnya. Namun, belakangan Alfamart secara resmi mengajukan penerapan parkir gratis di seluruh gerainya di Banyumas.

BACA JUGA:Retribusi Parkir Banyumas Dibidik Rp3 Miliar, Dishub Kejar Target Lewat Kerja Sama 159 Ritel Modern

“Ini bukan saya yang minta dan sudah ada surat dari Alfamart, lah kemudian polemik,” katanya. Penerapan kebijakan tersebut nantinya tetap mempertimbangkan kondisi di lapangan, termasuk keberadaan gerai Alfamart dan Indomaret yang kerap berada berdekatan.

Saat ini, sebanyak 63 gerai Indomaret di Banyumas telah menerapkan parkir gratis. Kondisi itu dinilai dapat memengaruhi pilihan masyarakat ketika dua gerai tersebut berada bersebelahan.

“Indomart parkirnya gratis, sedangkan keduanya berjejer, pasti pengunjungnya lari ke Indomart,” kata Sadewo. Karena itu, Pemkab Banyumas mempertimbangkan kepentingan masyarakat dalam menentukan kebijakan parkir.

Sadewo mengakui setiap kebijakan memiliki pihak yang setuju dan tidak setuju. Menurut dia, pemerintah harus mengambil keputusan berdasarkan kepentingan mayoritas masyarakat.

“Ada satu masalah di satu komunitas 80 setuju, 20 tidak setuju. Pilih mana? Ya yang 80 setuju,” ujarnya. Dia juga meminta masyarakat memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan pendapat dan membahas kebijakan tersebut secara terbuka.

BACA JUGA:Innova Tabrak Tiga Mobil Parkir di Mersi, Diduga Microsleep, Penumpang Luka dan Mobil Terbalik

Menurut Sadewo, setiap kebijakan pemerintah pasti memiliki konsekuensi dan tidak selalu langsung diterima seluruh pihak. Salah satu persoalan yang turut muncul adalah keberadaan juru parkir (jukir) di sekitar gerai Alfamart yang selama ini menarik pembayaran kepada pengunjung.

Sadewo mempertanyakan status pihak yang masih menarik pembayaran parkir apabila gerai tersebut nantinya menerapkan parkir gratis. Pemerintah berharap perubahan sistem parkir dapat mengurangi stigma Purwokerto sebagai “Kota Sejuta Parkir”.

“Apakah masih mau dikenal kota sejuta parkir?” tegasnya. ***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: