47,2 Hektare Lahan Banyumas Terbakar, DPRD Dorong Patroli Diperketat
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas, Dr. Mugiarti, S.Pd., M.M.-JUNI R/RADARMAS-
PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Musim kemarau panjang kembali menguji ketahanan wilayah Kabupaten Banyumas, dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus mengancam kawasan rawan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, asap pekat dan jilat api telah melahap total setidaknya 47,2 hektare lahan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Banyumas, Dr. Mugiarti, S.Pd., M.M., memandang rentetan musibah tersebut bukan lagi sekadar persoalan lokal. Menurutnya, karhutla kini menjadi ancaman musiman yang hampir terjadi di berbagai daerah seiring kemarau panjang yang masih berlanjut.
"Karhutla saat ini sudah menjadi fenomena, bukan hanya di Kabupaten Banyumas tapi di semua daerah sekarang hampir mengalami hal yang sama. Karena memang, kemarau panjang sepertinya masih terus berlanjut," kata Mugiarti.
Di tengah kondisi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi, Mugiarti mendorong Pemerintah Kabupaten Banyumas tidak hanya fokus pada pemadaman ketika kebakaran terjadi. Menurutnya, langkah pencegahan harus diperkuat untuk mengantisipasi munculnya titik api dan mencegah dampaknya semakin meluas.
"Pertama tentu saja harus ada tim patroli keliling, dari BPBD," ujarnya.
BACA JUGA:Karhutla Banyumas Hanguskan 47,2 Hektare, 13 Kejadian Terjadi Dua Pekan Terakhir
Selain patroli BPBD, Mugiarti menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah terjadinya karhutla. Kesadaran warga diperlukan terutama untuk mengurangi berbagai kebiasaan yang berpotensi menjadi pemicu kebakaran di tengah kondisi lahan yang kering.
"Pertama tentu saja untuk mengurangi kebiasaan-kebiasaan yang bisa memicu terjadinya karhutla, contohnya membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah, dsb," paparnya.
Menurut Mugiarti, patroli keliling BPBD krusial untuk memantau sekaligus menyisir titik-titik yang dinilai rawan kebakaran secara berkala. Pemantauan tersebut diharapkan dapat membuat potensi kebakaran diketahui lebih cepat sebelum api membesar dan meluas ke kawasan lain.
Sinergi antara patroli aparat yang sigap dan kesadaran masyarakat menjadi benteng penting untuk menahan penyebaran api di wilayah Banyumas. Upaya pencegahan dinilai perlu berjalan bersamaan dengan penanganan agar ancaman karhutla selama kemarau panjang tidak terus menambah luas lahan yang terdampak. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
