Banner Honda

Trans Banyumas Kejar Dua Juta Penumpang, Aktivasi Tarif Khusus Rp2.000 Digeber

Trans Banyumas Kejar Dua Juta Penumpang, Aktivasi Tarif Khusus Rp2.000 Digeber

JEMPUT BOLA. Trans Banyumas jemput bola di simpul keramaian, buka layanan aktivasi tarif khusus. -JUNI R/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID — Pemerintah Kabupaten Banyumas menggeber aktivasi tarif khusus Trans Banyumas dengan mendatangi langsung kantong-kantong publik di Purwokerto. Langkah jemput bola yang berlangsung Jumat (25/9) hingga Rabu (30/9) itu menyasar pelajar, lansia, dan penyandang disabilitas dengan tarif Rp2.000.

Bus-bus Trans Banyumas tetap hilir mudik menyusuri jalanan kota, tetapi aktivitas di sejumlah titik strategis dalam sepekan terakhir terlihat berbeda. Kesibukan ekstra muncul di bilik-bilik pendaftaran yang sengaja disebar untuk memudahkan masyarakat mengaktifkan tarif khusus tersebut.

Legal dan Perizinan Trans Banyumas Dwi Okty Priambodo menjelaskan, setelah menyapa kawasan Terminal Kejawar dan RSUD Banyumas pada akhir pekan lalu, gerai aktivasi pada Minggu (27/9) hadir di area Car Free Day (CFD) Alun-Alun Purwokerto. Gerai tersebut selanjutnya akan bergeser ke Stasiun Purwokerto pada awal pekan depan.

"Upaya jemput bola, agar semakin banyak masyarakat yang naik Trans Banyumas," kata dia.

BACA JUGA:Pelajar Dapat Tarif Khusus Trans Banyumas, Aktivasi Kartu Dibuka di Terminal Kejawar

Aktivasi secara masif tersebut menyasar kelompok khusus yang selama ini menjadi salah satu segmen penting dalam mobilitas masyarakat. Mereka meliputi pelajar, kaum lanjut usia minimal 60 tahun, dan penyandang disabilitas.

Kelompok prioritas tersebut cukup membayar Rp2.000 untuk menikmati layanan Trans Banyumas. Tarif khusus itu diharapkan semakin memudahkan masyarakat menggunakan transportasi umum massal dalam aktivitas sehari-hari.

Respons masyarakat di titik awal disebut cukup menjanjikan. Pada lokasi aktivasi di koridor Terminal Kejawar hingga RSUD Banyumas, tercatat 50 warga langsung mendaftarkan diri.

Mayoritas pendaftar didominasi pelajar dan lansia. Mereka memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendapatkan fasilitas transportasi yang lebih murah dan ramah kantong.

Langkah jemput bola tersebut dilakukan dengan perhitungan yang jelas. Pemerintah Kabupaten Banyumas membidik peningkatan jumlah pengguna sekaligus tingkat keterisian angkutan umum massal di Bumi Satria.

"Target tahun ini dua juta penumpang Trans Banyumas," terangnya.

Untuk mengejar target tersebut, aktivasi dilakukan langsung di sejumlah simpul aktivitas masyarakat. Mulai terminal, rumah sakit, pusat kota saat CFD, hingga stasiun menjadi titik yang disasar agar semakin banyak warga beralih menggunakan transportasi publik. ***

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: