Banner Honda

Zulhas Dorong Pengolahan Sampah di Banyumas, Mendha Milk Produksi 500 Liter Susu Per Hari

Zulhas Dorong Pengolahan Sampah di Banyumas, Mendha Milk Produksi 500 Liter Susu Per Hari

Menko Pangan didampingi Bupati Banyumas meninjau peternakan kaming perah, di Desa Banjaranyar Sokaraja, Selasa (1/9/2026).-DIMAS PRABOWO/RADARMAS-

PURWOKERTO, RADARBANYUMAS.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Republik Indonesia, Zulkifli Hasan meninjau peternakan kambing perah dan pengolahan sampah di Meta Nusa Dharma atau Mendha Milk, Desa Banjaranyar, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Selasa (1/9). Dalam kunjungan tersebut, Zulhas mengapresiasi upaya peternak dalam memproduksi susu kambing sekaligus mengolah sampah organik dan anorganik.

Zulhas menuturkan, persoalan sampah di sejumlah daerah sudah semakin akut. Ia mencontohkan, di beberapa daerah bahkan telah menghasilkan gunungan sampah yang sangat tinggi dan berdampak terhadap lingkungan serta masyarakat.

"Sudah gunung-gunungnya, ada yang 60 meter. Sudah banyak makan korban. Menimbulkan polusi, merusak tanah, merusak sungai, merusak kita, menimbulkan kanker," jelasnya. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan persoalan sampah harus segera ditangani melalui pengelolaan yang lebih serius dan berkelanjutan.

Zulhas menjelaskan, baik sampah organik maupun anorganik sebetulnya bisa diolah dan memiliki nilai guna. Sampah organik dapat diolah menggunakan maggot, sedangkan sampah plastik atau anorganik dapat diproses menjadi bahan baku seperti bijih plastik hingga produk berupa ubin dan genteng.

BACA JUGA:Baru 15,59 Persen, Cakupan Pengolahan Sampah Purbalingga Ditargetkan Naik Jadi 90 Persen pada 2057

"Kalau dengan itu sampah bisa selesai," ujarnya. Karena itu, ia menilai pengolahan sampah harus terus dikembangkan agar volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan dapat ditekan.

Ia mengapresiasi pengelolaan sampah seperti yang dilakukan di Banyumas. Model pengelolaan tersebut ia sebut menjadi contoh yang patut didukung karena mampu mengubah sampah menjadi produk yang kembali memiliki manfaat.

"Nah, di sini ada yang bisa merubah mikroplastik, sampah plastik menjadi ubin, menjadi genteng. Luar biasa, saya akan dukung, saya dukung habis," tegasnya. Zulhas menyatakan dukungan terhadap upaya pengolahan sampah yang dilakukan masyarakat dan pelaku usaha di Banyumas.

Konsep pengelolaan sampah, ia sebut, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Masyarakat mesti aktif terlibat dalam pengelolaan sampah, termasuk sejak melakukan pemilahan sebelum sampah diproses lebih lanjut.

"Yang paling penting sampah itu dipilah," paparnya. Pemilahan dinilai menjadi langkah awal agar sampah organik dan anorganik dapat diolah sesuai karakteristiknya dan tidak tercampur.

Selain menyoroti soal pengelolaan sampah, Zulhas turut melirik potensi peternakan kambing yang potensial untuk dikembangkan. Menurutnya, susu kambing bisa menjadi salah satu solusi pemenuhan gizi masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan sektor peternakan.

"Supaya banyak masyarakat peternakan kambing untuk susu, termasuk kentang tadi," paparnya. Ia mendorong pengembangan peternakan yang mampu menghasilkan sumber pangan bergizi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur PT Meta Nusa Dharma atau Mendha Milk, Wisnu Rachman menyampaikan, peternakan kambing perahnya saat ini memiliki sekitar 130 ekor kambing berjenis Saanen, Etawa dan Sapera. Sementara sekitar 200 ekor lainnya tersebar di sejumlah wilayah, yakni Sumbang, Ajibarang, Kebumen dan Pemalang.

"Produksi sehari 500 liter per hari," kata Wisnu. Produksi tersebut menjadi bagian dari potensi peternakan kambing perah yang dikembangkan Mendha Milk di Banyumas.***

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: