Banyumas Catat 21 Karhutla Selama Kemarau, Dua Kebakaran Terbaru Terjadi Di Baturraden Dan Rawalo
Aktivitas penanganan karhutla oleh petugas BPBD Banyumas di wilayah Rawalo, Banyumas, Kamis (27/8) malam.-BPBD UNTUK RADARMAS-
BANYUMAS, RADARBANYUMAS.CO.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banyumas terus bertambah hingga mencapai 21 kejadian selama musim kemarau tahun ini. Data BPBD Banyumas hingga Jumat (28/8) siang itu kembali bertambah setelah dua kebakaran terjadi hampir bersamaan di Baturraden dan Rawalo pada Kamis (27/8) malam hingga Jumat (28/8) dini hari.
Kabid Darlog BPBD Banyumas Abdul Ladjis mengatakan, kejadian terbaru pertama berupa kebakaran lahan kosong di samping Perumahan Raffles, Desa Pandak, Kecamatan Baturraden. Kebakaran terjadi sekitar pukul 23.30 WIB dengan luas lahan yang terbakar sekitar 50 meter persegi.
"Lahan tersebut milik Eks Manayo. Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui," kata Abdul. Petugas gabungan kemudian melakukan penanganan untuk memastikan api tidak meluas ke area lain di sekitar lokasi.
Kebakaran berikutnya terjadi di lahan perkebunan milik warga di Desa Tipar, Dusun Kelikele, Kecamatan Rawalo. Api menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan perkebunan warga, sementara penyebab kebakaran hingga kini juga belum diketahui.
BACA JUGA:Karhutla di Jateng Capai 232 Kejadian, Warga Diimbau Tetap Waspada
"Untuk penyebabnya juga belum diketahui, keduanya berhasil ditangani oleh petugas gabungan," ujarnya. Dua kejadian tersebut berhasil dikendalikan sehingga api tidak meluas ke wilayah lain.
Abdul menambahkan, berdasarkan data BPBD Banyumas hingga Jumat (28/8) siang, selama musim kemarau tahun ini tercatat sudah terjadi 21 kejadian karhutla di Banyumas. Total luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 20.000 hektare.
Karhutla tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Kecamatan Sokaraja, Purwokerto Selatan, Purwokerto Timur, Purwokerto Utara, Purwojati, Jatilawang, Rawalo, Ajibarang, Cilongok, Baturraden, Kalibagor, Kebasen, Patikraja, Kembaran, dan Kedungbanteng. Sebaran tersebut menunjukkan ancaman kebakaran lahan terjadi di berbagai wilayah Banyumas selama kondisi kemarau berlangsung.
Menurutnya, mayoritas penyebab kebakaran lahan hingga kini belum diketahui. Kondisi lahan yang kering selama musim kemarau membuat potensi terjadinya kebakaran semakin tinggi sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.
BACA JUGA:Dua Karhutla Terjadi Dalam Sehari di Banyumas, BPBD Catat 13 Kejadian Selama Kemarau
"Kami terus mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas yang berpotensi memicu api di sekitar lahan kering dan kawasan perkebunan," pungkasnya. ***
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
